Jumat, 19 Jul 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Entertainment
Paguyuban Jebeng Thulik

Gelar Halal bihalal, Teguhkan Kembali Semangat Duta Wisata

24 Juni 2019, 07: 32: 36 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

BERTEMU KEMBALI: Paguyuban Jebeng Thulik Banyuwangi mengadakan Halal bihalal pada Sabtu (23/6) malam di Villa Kumendung, Muncar

BERTEMU KEMBALI: Paguyuban Jebeng Thulik Banyuwangi mengadakan Halal bihalal pada Sabtu (23/6) malam di Villa Kumendung, Muncar

Share this          

PAGUYUBAN Jebeng Thulik (PJT) Banyuwangi mengadakan Halal bihalal pada Sabtu malam (22/6) di Villa Kumendung, Muncar.  Acara ini dihadiri 100 lebih anggota PJT lintas generasi. Termasuk didalamnya penasehat PJT drh. Budianto, owner Kadek Modelling School Ida Ayu Kadek Tirtawati dan beberapa senior Jebeng Thulik. Hadir juga pemilik Villa Kumendung Tjipta Sudjarwo Tjoek.

Ketua Paguyuban Jebeng Thulik (PJT) Banyuwangi, Panca Diah Puspita menjelaskan, Paguyuban Jebeng Thulik merupakan suatu organisasi yang menaungi para duta wisata di Kabupaten Banyuwangi. Jebeng Thulik mempunyai suatu makna yang sarat akan budaya. Jebeng merupakan panggilan bagi remaja yang belum menikah/gadis di Banyuwangi yang umumnya di panggil "Beng", sedangkan Thulik merupakan panggilan bagi remaja pria.

PEDULI WISATA: Penasehat dan senior Paguyuban Jebeng Thulik Banyuwangi saat di Villa Kumendung Muncar

PEDULI WISATA: Penasehat dan senior Paguyuban Jebeng Thulik Banyuwangi saat di Villa Kumendung Muncar

Peran PJT ini, kata Panca, salah satunya adalah mengemban tugas sebagai duta wisata Kabupaten Banyuwangi, mempromosikan segala potensi-potensi yang ada di Banyuwangi, khususnya wisata dan budaya daerah Bumi Blambangan, selain juga menggelar kegiatan sosial, dsb.

Hal senada juga dikatakan oleh penasehat PJT drh Budianto. Menurut dia, seiring perkembangan zaman, jebeng-thulik ini menjadi ikon khusus Kabupaten Banyuwangi. Untuk setiap hari jadinya Banyuwangi, ajang pemilihan jebeng-thulik ini diselenggarakan. Tujuan dari pemilihan jebeng-thulik ini adalah untuk menambah khazanah asset pariwisata di Bumi Blambangan. Dan pemilihan jebeng-thulik ini pun selalu melibatkan seniman dan cendikiawan Banyuwangi.

Mereka yang terjaring merupakan duta dari masing-masing kecamatan. Penilaian bukan hanya didasarkan pada wajah cantik dan ganteng saja. Tiap peserta yang terjaring dalam pemilihan ini wajib menjalani karantina selama tujuh hari lamanya. Selama masa karantina, peserta diberi pengetahuan seputar budaya Banyuwangi, sosial dan komunikasi kemasyarakatan. Hal yang paling ditekankan adalah menghargai dan melestarikan budaya asli Banyuwangi, mulai dari bahasa, adat-istiadat hingga kegiatan promosi ke luar daerah. Umumnya peserta ini adalah mereka yang memiliki talenta khusus di bidang tertentu. Salah satu yang terpenting dalam ajang ini adalah kemampuan peserta dalam mengomunikasikan bahasa Inggris dengan baik. Komunikasi ini diharapkan menjadi sarana untuk menjadi duta wisata.

“Nah, terkait halal bihalal ini, kami ingin meneguhkan kembali semangat para Jebeng Thulik yang pernah menjadi duta wisata. Mari kita ikut berperan, berkontribusi baik bagi kemajuan Banyuwangi.  Kita bisa sampaikan keluar mengenai potensi pariwisata, wisata bahari, pendidikan, agar Banyuwangi semakin dikenal," ucap mantan Kepala Dinas Pariwisata ini.

Salah satu anggota PJT,  Riccy Antar Budaya dan Ricco Antar Budaya turut hadir dalam halal bihalal ini. Menurut saudara kembar ini, menjadi duta wisata di daerah tentu memiliki tanggungjawab dalam memberikan wacana terbaik daerahnya kepada semua pihak diluar daerah. Sebut saja keharusan untuk terus belajar, mengasah kemampuan komunikasi karena duta wisata tentulah sosok yang luwes dalam berkomunikasi, membekali diri dengan banyak kemampuan yang berhubungan dengan tugas duta wisata dan keperluan personal sebagai pribadi remaja yang unggul.  

“Saya sangat mengapresiasi sosok-sosok duta wisata daerah yang berkenan terjun langsung di lapangan memandu pendatang.  Karena kesediaan dan kemampuan terjun langsung di lapangan mendampingi wisatawan adalah kemampuan yang tidak semua personal miliki,” ujar putra kandung Ida Ayu Kadek Tirtawati ini. (*)

(bw/ddy/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia