Selasa, 15 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Features
Persiapan Haidi-Andori Jelang ke Jepang

Nyekar ke Makam Buyut Cili, Istri Titip Doa Selamet

21 Juni 2019, 18: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

GELAR DOA: Haidi (kaus merah) bersama kerabatnya menggelar selamatan di Makam Buyut Cili, Desa Kemiren, Glagah, kemarin.

GELAR DOA: Haidi (kaus merah) bersama kerabatnya menggelar selamatan di Makam Buyut Cili, Desa Kemiren, Glagah, kemarin. (HAIDI FOR RABA)

Share this          

Pagi ini dua seniman Banyuwangi, Haidi Bing Slamet dan Andori bertolak menuju Jepang. Mereka akan mengiringi rangkaian pemutaran film Setan Jawa besutan Garin Nugroho di Aula Yurakucho Asahi, Chiyoda-Ku, Tokyo. Tidak hanya persiapan teknis, selamatan dan nyekar mengawali lawatan kesenian tersebut.

SHULHAN HADI, Glagah

Suasana senja masih belum berpindah dari Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Di rumah Haidi, beberapa laki-laki duduk bersila membentuk banjar. Di depan mereka tersaji tumpeng dan sejumlah menu khas. Suara doa-doa terdengar lirih dari mereka.

Petang kemarin selamatan tumpeng srakah sengaja digelar Haidi sekeluarga. Tradisi ini selain untuk menyampaikan pamit kepada para tetangga dan kerabat, juga untuk memohon kelancaran dan keselamatan selama ada di Negeri Sakura. Haidi dan rekannya Andori, akan membawa nama Banyuwangi melalui keelokan pertunjukan perkusi kendang dan angklung serta eksotisme dari mantra-mantra Oseng dalam gelaran seni tersebut.

Sebelum itu, doa terlebih dulu dia lakukan di makam Buyut Cili. Di lokasi yang dipercaya tempat terakhir leluhur warga Kemiren itu, lagi-lagi Haidi menggelar doa keselamatan. ”Tadi ke Buyut Cili bersama teman-teman,” jelasnya.

Rencana muhibah Haidi ini sekarang sudah diketahui tetangga dan para kerabat. Selain doa dan dukungan, selayaknya orang ditinggal berpesiar, mereka semua menitipkan buah tangan kepada Haidi saat kembali ke tanah air. Tentu tidak ketinggalan sang istri, Sumila, yang tidak lepas memberikan dukungan.

Haidi mengaku satu-satunya yang dititipkan istrinya kepadanya hanya kehati-hatian dan kembali dengan selamat. ”Konco-konco titip suvenir, istriku titip selamet,” ujarnya.

Persiapan di luar teknis pertunjukan juga sudah dia kantongi. Semua dokumen mulai dari paspor, visa, hingga tiket pesawat Banyuwangi–Jakarta dan Jakarta–Tokyo sudah tersimpan rapi. Penerbangan menuju Tokyo yang dijalani Haidi dan Andori terbilang lama.

Setelah melakukan take off dan tiba di Jakarta siang ini, pesawat yang akan membawanya menuju Tokyo masih pukul 24.00 malam nanti. ”Saya nanti transit di Jakarta agak lama,” ucapnya.

Pernak-pernik terkait Jepang dan Tokyo juga sudah mulai dia hafalkan. Beberapa pakaian yang sudah dia kemas dalam koper juga menyesuaikan dengan musim yang sedang berlangsung di negara Kekaisaran Naruhito ini. ”Ya kalau arigato bisa, selebihnya bahasa Inggris,” celetuknya.

Di tempat terpisah, di rumahnya yang berlokasi di Desa Glagah, Andori, sang maestro angklung juga melakukan hal serupa, yakni selamatan. Persiapan teknis lainnya juga sudah dia bereskan sejak beberapa hari lalu. ”Selamatan sudah, perlengkapan sudah masuk tas,” terangnya.   

Sebelumnya, Haidi Bing Slamet (gendang) dan Andori (angklung) juga pamitan ke Bupati Abdullah Azwar Anas. Selama bertemu Bupati Anas, keduanya didampingi manajernya Samsudlin Adlawi.    Keberangkatan Haidi bersama beberapa pemusik dan penari Indonesia itu atas undangan kurator Yasuhiro Morinaga. Dia merupakan pakar musik-film Jepang. Dia pernah datang ke Kemiren khusus mencari pengendang. Semoga nama harum Banyuwangi bisa semerbak dan mekar indah bersama bunga sakura.

(bw/sli/aif/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia