Jumat, 19 Jul 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Jarak 13 Km Diterima di SMA Negeri

19 Juni 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

RELA LESEHAN: Calon siswa jalur offline mengisi formulir kelengkapan persyaratan untuk daftar ulang  di SMAN 1 Giri, kemarin.

RELA LESEHAN: Calon siswa jalur offline mengisi formulir kelengkapan persyaratan untuk daftar ulang di SMAN 1 Giri, kemarin. (RAMADA KUSUMA/RABA)

Share this          

BANYUWANGI – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK negeri jalur online berlanjut. Meski pendaftaran akan dibuka hingga Kamis besok (20/6), nyaris seluruh pagu yang tersedia di sekolah-sekolah negeri di Banyuwangi telah terisi pada hari kedua PPDB jalur reguler tersebut kemarin (18/6).

Penelusuran wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, hingga pukul 13.00 kemarin jumlah calon peserta didik yang diterima di SMA negeri di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini telah mencapai 2.979 orang. Padahal, total pagu online yang tersedia ”hanya” sebanyak 3.070 kursi. Artinya, kursi kosong yang tersedia hanya tinggal 91 kursi.

Bahkan, sebanyak 91 kursi yang masih belum terisi tersebut hanya tersebar di dua di antara 16 SMA negeri se-Banyuwangi, yakni SMAN Darussolah Singojuruh dan SMAN Wongsorejo. Rinciannya, kursi yang masih belum terisi di SMAN Darussolah sebanyak 73, sedangkan di SMAN Wongsorejo tersisa 18 kursi.

Sementara itu, hasil pemeringkatan sementara hingga pukul 13.00 kemarin, jarak rumah pendaftar terjauh yang diterima di SMA negeri mencapai 13.517 meter alias 13,5 kilometer (km) lebih. Calon peserta didik baru tersebut terdaftar di SMAN Darussolah. Sedangkan nilai ujian nasional (Unas) terendah yang diterima di SMA negeri sebesar 138,00 yakni di SMAN Wongsorejo.

Di sisi lain, SMAN 1 Banyuwangi tercatat sebagai sekolah yang menerima pendaftar dengan skor jarak paling dekat dengan sekolah. Rumah calon siswa baru yang diterima di sekolah tersebut paling jauh berjarak 1.291 meter dari sekolah. Sedangkan dari sisi nilai Unas, SMAN 1 Genteng menempati posisi puncak sekolah yang menerima pendaftar ambang batas nilai tertinggi. Nilai Unas pendaftar yang diterima di SMAN 1 Genteng paling kecil mencapai 350,00.

Sebagaimana diketahui, pemeringkatan PPDB jalur zonasi dilakukan berdasar zona dengan kuota sebesar 50 persen. Pemeringkatan berdasar jarak tempat tinggal dalam zona dengan sekolah yang dipilih. Sedangkan pemeringkatan berdasar nilai Unas dengan kuota sebesar 20 persen.

Mekanismenya, calon siswa baru akan diperingkat pada pilihan pertamanya berdasar jarak tempat tinggal dengan sekolah. Jika posisinya di pemeringkatan dapat diakomodasi oleh pagu, maka dia akan diterima di pilihan pertamanya tersebut.     Selanjutnya, calon peserta didik baru yang tidak dapat diakomodasi, diperingkatkan pada pilihan pertamanya berdasar atribut nilai Unas. Jika posisinya di pemeringkatan dapat diakomodasi oleh pagu, maka dia akan diterima di pilihan pertamanya tersebut.

Jika berdasar zona maupun nilai Unas tidak diterima di sekolah pilihan pertama, maka calon peserta didik baru akan di-ranking pada pilihan keduanya berdasar atribut jarak yang dimiliki. Jika posisinya di pemeringkatan dapat diakomodasi oleh pagu, maka dia akan diterima di pilihan keduanya tersebut.

Alternatif terakhir, calon peserta didik baru yang tidak dapat diakomodasi pada pilihan kedua berdasar jarak tempat tinggal dengan sekolah akan diperingkat pada pilihan keduanya berdasar nilai Unas yang dimiliki. Jika posisinya di pemeringkatan dapat diakomodasi oleh pagu, maka dia akan diterima di pilihan keduanya tersebut. Namun, bila posisinya di pemeringkatan tidak dapat diakomodasi oleh alur terakhir ini, maka dia tidak diterima di kedua pilihannya.

Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Banyuwangi Istu Handono mengatakan, pada prinsipnya kuota jalur zonasi yang mencapai 90 persen dari total pagu sekolah, masih dibagi dengan beberapa kriteria pemeringkatan. Yang pertama adalah mempertimbangkan siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, sebesar 50 persen zonasi murni, serta 20 persen jalur Unas.

Istu mencontohkan, jika jarak dua pendaftar sama-sama seribu meter dari sekolah, maka siswa yang diterima di suatu SMA negeri adalah pendaftar yang memiliki surat keterangan tidak mampu (SKTM)-lah yang menduduki ranking lebih atas dibanding siswa yang tidak memegang SKTM. Selain itu, 50 persen pemeringkatan berdasar zonasi murni dan 20 persen menggunakan penilaian hasil Unas.

”Misalnya jarak dua pendaftar sama-sama seribu meter dari sekolah, maka siswa yang memiliki nilai Unas lebih tinggi akan menempati ranking lebih baik dibanding pendaftar yang nilai Unas-nya lebih rendah,” terangnya,

Lebih jauh Istu menuturkan, proses pemeringkatan pendaftar PPDB jalur zonasi masih akan terus bergulir hingga Kamis (20/6) pukul 23.59. Dia menuturkan, hingga kemarin masih ada pendaftar yang jaraknya 900 meter dari sekolah terlempar dari sistem, sedangkan pendaftar yang berjarak 1 kilometer masih diterima. Namun, beberapa saat berselang, nama pendaftar yang berjarak 900 meter tersebut kembali muncul di sistem. ”Ketika jalur zonasi digunakan, maka sistem akan terus bergerak. Wali murid kami imbau terus memantau,” kata dia.

Sementara itu, berbeda dengan sistem pemeringkatan pendaftar di SMA negeri, persaingan perebutan kursi SMK negeri berlangsung lebih ”terbuka”. Sebab, pemeringkatan pendaftar di sekolah kejuruan tersebut tidak dilakukan berdasar zona alias jarak tempat tinggal dengan sekolah, tetapi murni berdasar nilai Unas.

Kepala SMKN 1 Glagah Panuri mengatakan, mekanisme pemeringkatan pendaftar di SMK didasarkan pada nilai Unas. Pemeringkatan dilakukan per kompetensi keahlian. ”Misalnya, nilai Unas pendaftar kompetensi keahlian Teknik Elektronika Industri akan diperingkat dengan nilai Unas pendaftar kompetensi keahlian yang sama. Tidak diadu dengan nilai Unas pendaftar kompetensi keahlian yang lain,” ujarnya.

Panuri menuturkan, pendaftar SMK bisa memilih maksimal dua kompetensi keahlian. ”Pendaftar bisa memilih dua kompetensi keahlian di satu sekolah atau di sekolah berbeda, asalkan sama-sama SMK,” kata dia.

Panuri menambahkan, dengan sistem PPDB online tersebut, siapa pun bisa memantau hasil pemeringkatan pendaftar. ”Sistemnya sangat terbuka. Hasil perankingan pendaftar bisa dicek secara online,” pungkasnya.

(bw/sgt/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia