Rabu, 18 Sep 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan
Dinas Pendidikan Banyuwangi

Dispendik Sebar 4. 288 Paket Sembako ke Pelajar Kurang Mampu dan Duafa

06 Juni 2019, 10: 37: 45 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

PEDULI: Santunan yatim piatu oleh Bupati Abdullah Azwar Anas.

PEDULI: Santunan yatim piatu oleh Bupati Abdullah Azwar Anas. (TOHA FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI—Dinas Pendidikan Banyuwangi menyerahkan 4.288 paket sembako kepada Siswa Asuh Sebaya (SAS) dan kaum duafa. Paket sembako yang dikemas dengan SAS Bergerak Berbagi ini dilakukan serentak diseluruh KoorwilSatdik se-Kecamatan Banyuwangi pada Rabu (29/5). 

Bupati Abdullah Azwar Anas yang baru saja kembali tanah suci Makkah usai menjalankan ibadah umrah pada Senin (3/6) langsung mengunjungi SMPN 1 Muncar. Secara simbolis, Anas menyerahkan bantuan paket sembako kepada para siswa/siswi untuk area KoorwilSatdik Kecamatan Muncar. 

Bupati Anas mengatakan, SAS Bergerak Berbagi ini diberikan dalam rangka menjelang Idul Fitri. Tujuannya agar siswa penerima bantuan SAS dan kaum duafa dapat merasakan bersama-sama kebahagiaan dalam menyambut lebaran.

SAS, kata Bupati Anas, ditujukan untuk membantu kebutuhan siswa yang belum masuk dalam jangkauan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun program dari pemerintah lainnya. SAS ini termasuk mengcover kebutuhan transportasi ke sekolah atau pembelian kacamata bagi pelajar yang mengalami gangguan mata.

Program SAS, imbuh Anas, adalah cara Pemkab Banyuwangi untuk membangun modal sosial yang baik di antara generasi muda di Banyuwangi. Nilai-nilai kepercayaan juga ditanamkan karena semuanya dikelola dan dilaporkan siswa sendiri. "Partisipasi siswa terus meningkat pada program ini, ini menunjukkan tingkat kepedulian siswa terhadap rekannya begitu besar. Jadi SAS ini bukan sekadar membantu siswa, tapi lebih dari itu adalah membangun kepedulian di lingkungan generasi muda. Rasa peduli, care, ini yang coba kita tumbuhkan, agar tidak hilang di masyarakat," terang Bupati Anas.

Dalam kesempatan itu, Anas juga memberikan motivasi kepada para guru yang hadir. Seorang seorang pendidik, guru adalah insan yang mulia dan berjasa karena merekalah yang bertanggungjawab mendidik manusia bagi melahirkan generasi yang cerdas dan cakap serta sanggup melaksanakan tugas terhadap diri, keluarga, masyarakat dan negara. Anas berharap para guru tidak hanya mengajar dengan pendekatan akademik saja, namun juga dengan spiritual. “Maka saya memberikan apresiasi jika ada sekolah yang menggelar solat dhuha bersama. Profesi guru sangat mulia, sebab satu diantara cara menghormati ilmu ialah memuliakan sang guru,” kata Anas seraya mengutip Sayyidina Ali RA.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono menjelaskan, gerakan SAS menjadi pelengkap dari program intervensi kebijakan pemerintah daerah lainnya. Di Banyuwangi, telah ada program Banyuwangi Cerdas dan Banyuwangi Belajar di mana para pemegang kartu program tersebut bisa mengakses pendidikan hingga perguruan tinggi dengan beasiswa dari Pemkab Banyuwangi. "Kami juga ada Garda Ampuh (gerakan daerah angkat anak putus sekolah). Anak-anak putus sekolah kami sisir dan kami kembalikan mereka ke bangku sekolah. Selain dibiayai dari pemda, sejumlah kebutuhan mereka juga akan dipenuhi lewat dana SAS," jelas Sulihtiyono.

Seiring dengan beragam program jaring pengaman pendidikan di Banyuwangi, imbuh Sulihtiono, angka putus sekolah di Banyuwangi terus menurun dari tahun ke tahun. Untuk tingkat SD/MI, angka putus sekolah menurun dari 0,05 persen pada 2011 menjadi 0,03 persen pada 2015. Pada tingkat SMP/MTs, angka putus sekolah mencapai 0,48 persen pada 2011, lalu turun menjadi 0,35 persen pada 2015. Adapun pada level SMA/SMK/MA, angka putus sekolah turun dari 1,01 persen pada 2011 menjadi 0,3 persen pada 2015. “Saat ini SAS Bergerak Berbagi tidak hanya untuk lingkungan internal sekolah saja, namun sudah bisa untuk sekolah lain meski diluar kecamatan Banyuwangi,” kata Sulihtiyono.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat Nuriyatus Sholeha menambahkan, SAS Bergerak Berbagi ini, sumber dana berasal dari kegiatan SAS di setiap sekolah. Selama ini, sekolah di wilayah Kabupaten Banyuwangi sangat aktif dalam kegiatan SAS. “Tujuan SAS Bergerak Berbagi ini untuk mengaktualisasikan SAS di sekolah dan dikembangkan ke masyarakat,” kata Nuriyatus.

Melalui kegiatan ini, lanjut dia, masyarakat bisa mengetahui dana yang dikumpulkan di sekolah. Dan dana itu, dapat bermanfaat untuk masyarakat di sekitar sekolah yang memang membutukan. “Dana SAS juga diberikan pada warga yang membutuhkan,” jelas Nuriyatus. 

Dikatakan, setiap penerima manfaat SAS Bergerak Berbagi ini mendapat paket sembako berisi 5 kg beras; 1 kg gula; 1 liter minyak; 5 bungkus mie instan dan 1 paket buka bersama. “Paket sembako ini diberikan kepada siswa kurang mampu dan kaum dhuafa disekitar sekolah. Program ini untuk membentuk empati antar siswa dan masyarakat sekeliling, maka diharapkan akan semakin terjalin hubungan baik, dan siswa lebih mengenal lingkungan masyatakat yang membutuhkan. Dan alhamdullilah program ini berhasil mengumpulkan 4. 288 paket sembako atau senilai Rp 7 miliar. Terima kasih kepada para siswa yang telah menunjukkan empatinya untuk siswa lain yang membutuhkan,” pungkas Nuriyatus. (*)

Sambutan Bupati Abdullah Azwar Anas
Nuriyatus Soleha bersama siswa Banyuwangi Cerdas

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia