Rabu, 16 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Tips & Trik

Penderita Penyakit Kronis Bisa Ambil Obat Lebih Awal

29 Mei 2019, 16: 24: 10 WIB | editor : Ali Sodiqin

Wahyu Santoso, Kepala BPJS Kesehatan Banyuwangi

Wahyu Santoso, Kepala BPJS Kesehatan Banyuwangi (FREDY RIZKI/RaBa)

Share this          

BANYUWANGI – Masyarakat Banyuwangi yang memiliki penyakit kronis dan berencana untuk bepergian di musim mudik bisa mengambil obat lebih awal untuk persediaan selama mudik berlangsung. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS).

Kepala BPJS Kesehatan Banyuwangi, Wahyu Santoso mengatakan, layanan ini bisa dimanfaatkan masyarakat yang akan bepergian di libur lebaran. Mereka yang memiliki penyakit kronis dan harus meminum obat secara rutin bisa meminta obat lebih awal jika jadwal pengambilan obat jatuh pada masa mudik lebaran.

Obat bisa diambil di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Pertama (FKRTL) atau rumah sakit dan apotek yang melayani pasien JKN KIS. Tak hanya itu, masyarakat juga bisa mengambil obat di apotek atau FKRTL  di tempat tujuan. Dengan syarat membawa buku kontrol dan surat rujukan dari dokter FKRTL tempat tujuan. “Hanya saja layanan ini hanya berlaku maksimal untuk satu kali dalam sebulan, karena biasanya obat yang diberikan dokter bisa diminum selama sebulan,” jelas Wahyu.

Dia juga menambahkan mulai dari H-7 sampai H+7 Lebaran 2019, atau tepatnya mulai tanggal 29 Mei - 13 Juni 2019, peserta JKN-KIS tetap bisa memperoleh jaminan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk BPJS Kesehatan, bahkan termasuk saat peserta mudik ke luar kota. Hal ini merupakan komitmen BPJS Kesehatan memberikan kemudahan portabilitas bagi peserta JKN-KIS.

Wahyu juga menerangkan, apabila tidak terdapat Puskesmas atau Klinik yang dapat memberikan pelayanan saat libur lebaran di wilayah mudik, atau peserta membutuhkan pelayanan di luar jam buka layanan FKTP, maka peserta dapat dilayani di IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pelayanan medis dasar. "Pada kondisi gawat darurat, seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peserta JKN-KIS. Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis, maka akan dijamin dan dilayani. Fasilitas kesehatan juga tidak diperkenankan menarik iuran biaya dari peserta," tegas Wahyu.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia