Senin, 16 Sep 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Features
Mengintip Gudang BB di Kejari Banyuwangi

Mirip Gudang Rongsokan, Warga Enggan Mengambil Kendaraanya

13 April 2019, 15: 23: 31 WIB | editor : Ali Sodiqin

TERDAFTAR: Sejumlah barang bukti motor yang tersimpan rapi di gudang barang bukti Kejaksaan Negeri Banyuwangi.

TERDAFTAR: Sejumlah barang bukti motor yang tersimpan rapi di gudang barang bukti Kejaksaan Negeri Banyuwangi. (DEDY JUMHARDIYANTO/RABA)

Share this          

Gudang penyimpanan barang bukti di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi penuh dengan barang-barang sitaan. Saking banyaknya barang, gudang tersebut penuh sesak. Barang bukti berupa sepeda motor pun menumpuk. Bahkan kendaraan roda dua itu sampai banyak yang berkarat.

DEDY JUMHARDIYANTO, Banyuwangi

Karat mulai menggerogoti sepeda kayuh, puluhan motor yang berjejer di halaman belakang kantor Kejari Banyuwangi. Sebagian di antaranya sudah menyerupai besi tua. Puluhan motor berbagai merek berjajar rapi. Ada yang ditutup dengan terpal, ada juga yang ditumpuk tak beraturan. Beberapa nyaris menjadi barang rongsokan.

Begitu pula mobil yang berada di belakang kantor Kejari Banyuwangi. Mobil terparkir di halaman belakang kantor Kejari tanpa penutup apa pun. Mobil dan truk yang diparkir di tempat terbuka itu juga terkena hujan dan teriknya sinar matahari setiap hari. Praktis, korosi menggerogoti bagian besi mobil, motor, dan truk tersebut.

Tak hanya mobil dan motor yang tergeletak di luar ruangan gudang. Ada juga tabung gas elpiji, kayu sepeda kayuh, kurungan ayam, dan banyak lagi barang bukti yang berserakan di sisi sebelah barat tempat parkir kendaraan.

Seluruh kendaraan itu merupakan barang bukti kejahatan yang perkaranya tengah dalam proses hukum dan yang sudah inkracht. ”Memang kondisi ruang gudang sudah tidak muat, sehingga harus diletakkan di luar ruangan,” ungkap Kasi Intelijen  Kejari Banyuwangi Bagus Nur Jakfar Adi Saputro.

Puluhan kendaraan tersebut diletakkan di luar ruangan bukan tanpa alasan. Ruangan gudang yang tersedia sudah penuh sesak dengan barang bukti. Akibatnya, sebagian barang bukti terpaksa disimpan di luar ruangan.

Bagus mengatakan, setelah perkara diputus inkracht oleh majelis hakim, barang bukti sepeda motor dikembalikan. Petugas Kejari menghubungi pemiliknya untuk mengambil sepeda motor. Namun, akibat tidak diambil puluhan motor tersebut terkena hujan dan terik sinar matahari. ”Sudah bertahun-tahun pemiliknya sudah diberi tahu, tapi tidak diambil,” katanya.

Padahal, kata Bagus, untuk bisa mengambil barang bukti tersebut tidak dikenakan biaya sepeser pun alias gratis. Yang terpenting, bisa menunjukkan bukti kepemilikan kendaraan bermotor yang sah. ”Tidak ada biayanya. Kalau ada petugas kami yang memungut biaya, silakan laporkan ke saya,” jelas Bagus.

Pihak kejaksaan sudah berupaya agar barang bukti bisa diambil oleh pemiliknya. Tapi ada faktor-faktor yang membuat barang bukti semakin lama semakin menumpuk karena tidak ada yang mau mengambilnya. ”Memang ada yang tidak diambil karena kondisi motor dan mobil sudah ringsek karena kecelakaan lalu lintas,” terang mantan Kasipidum Kejaksaan Negeri Situbondo ini.

Untuk penyelesaian permasalahan menumpuknya barang bukti tersebut, lanjut Bagus, sebenarnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah mengoptimalkan kewenangannya. Seperti di antaranya meneliti berkas perkara dari penyidik dengan memilah barang bukti sebagai hasil kejahatan (proceed of crimes), alat kejahatan (tools of crimes), atau objek dari kejahatan.

Pada saat penerimaan barang bukti yang merupakan objek dari kejahatan, maka dapat dilakukan meminjam pakai barang bukti tersebut kepada pemilik barang/benda yang disita. ”Tapi dengan catatan, barang bukti dapat dihadirkan ketika diperlukan di persidangan,” terangnya.

Petugas penyimpan benda sitaan dan barang bukti, A. Rachman Surya mengatakan, kendaraan yang masih dalam proses perkara sebagian besar masih tersimpan rapi di dalam gudang lengkap dengan register nomor perkara dan nama jaksa yang menangani perkara. ”Saat barang bukti harus dihadirkan, maka dengan cepat kami harus mengambil di gudang,” katanya.

Hanya saja, selama penyimpanan barang bukti tersebut juga ada prosedur tetap. Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, sebelum motor disimpan di dalam gudang sebagian besar bahan bakarnya harus dikuras habis. ”Tapi biasanya bahan bakar sudah dikuras sejak berada di kepolisian. Jadi saat perkara dilimpahkan, petugas kami tinggal mengecek ulang,” pungkasnya.

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia