Rabu, 22 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan
Shohib Qomad Dillah

Berjuang untuk Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

11 April 2019, 21: 40: 53 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Berjuang untuk Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

CALEG DPR RI dari PKS Dapil III Jatim nomor 4 Shohib Qomad Dillah, menilai selama ini petani telah memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan ekonomi pedesaan. Oleh sebab itu, petani sebagai pelaku pembangunan perlu diberi perlindungan dan pemberdayaan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan.

Pangan merupakan hak dasar setiap orang guna mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan secara berkelanjutan. Dalam menyelenggarakan pembangunan pertanian, petani mempunyai peran sentral dan memberikan kontribusi besar.

Mendampingi petani menimbang gabah dari beras merah

Mendampingi petani menimbang gabah dari beras merah

Selama ini, petani mempunyai posisi yang lemah dalam memperoleh sarana produksi, pembiayaan usaha tani, dan akses pasar. Selain itu, petani dihadapkan pada kecenderungan terjadinya perubahan iklim, kerentanan terhadap bencana alam dan risiko usaha, globalisasi dan gejolak ekonomi global, serta sistem pasar yang tidak berpihak kepada petani.

Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk melindungi dan sekaligus memberdayakan petani. Upaya perlindungan dan pemberdayaan petani selama ini belum didukung oleh peraturan perundang-undangan yang komprehensif, sistemik, dan holistik, sehingga kurang memberikan jaminan kepastian hukum serta keadilan bagi petani dan pelaku usaha di bidang pertanian. ”Undang-undang yang ada selama ini masih bersifat parsial dan belum mengatur upaya perlindungan dan pemberdayaan secara jelas, tegas, dan lengkap. Oleh sebab itu, saya menjadi caleg Dapil III Jatim, kami berupaya berjuang untuk memberikan perlindungan dan pemberdayaan petani untuk wilayah Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso,” ujar petani beras organik yang baru saja melakukan impor ke Italia ini.

Perjuangan Shohib untuk petani tidak sekadar omong kosong. Dia memiliki latar belakang 10 tahun mengelola kemitraan petani padi organik mulai dari merintis sampai berhasil mengekspor pertama kali dari Jawa Timur. Shohib sudah mengenyam pendidikan jurusan Teknik Pertanian di Institut Pertanian Bogor.

Dengan bendera Pertanian Organik P4S Sirtanio, dia telah berhasil membuat lima varian beras organik. Ada beras putih, beras cokelat, beras merah, beras hitam, dan beras germinasi. Setiap varian memiliki keunggulan masing-masing. (*)

(bw/ddy/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia