Senin, 16 Sep 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Ini Resep Kepala Kesbangpol Agar Pemilu Sukses

07 April 2019, 20: 57: 12 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

KEPALKAN TANGAN: Tim PPWK ikut hadir dalam memberikan wawasan kebangsaan kepada nelayan di Pantai Rejo, pakis, Sabtu lalu (6/4).

KEPALKAN TANGAN: Tim PPWK ikut hadir dalam memberikan wawasan kebangsaan kepada nelayan di Pantai Rejo, pakis, Sabtu lalu (6/4). (SAIFUDDIN MAHMUD/JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI –  Kepala Kesbangpol Banyuwangi Wiyono berbagi kiat agar hidup tidak dimusuhi banyak orang. Menurut Wiyono, ada dua kunci hidup yang harus dipegang. Pertama, harus pandai-pandai  ngemong roso.

Kedua, harus bisa menerima perbedaan. ”Kalau dua kunci itu dipegang, hasilnya hidup damai dan rukun sentosa. Negara ini tetap kokoh di bawah naungan NKRI,’’ tegas Wiyono di hadapan 150 nelayan di Pantai Cemara, Kelurahan Pakis, Sabtu lalu (6/4).

JAGA PERSATUAN: Nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pantai Rejo, Pakis deklarasi pemilu damai dan perang melawan hoax.

JAGA PERSATUAN: Nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pantai Rejo, Pakis deklarasi pemilu damai dan perang melawan hoax.

Wiyono hadir bersama tim Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) untuk memberikan pencerahan tentang kebangsaan, keutuhan NKRI, dan pemilu. Peserta yang hadir adalah para nelayan yang tergabung dalam  Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pantai Rejo. Hadir juga Kasatpolairud AKP Subandi, perwakilan Polres, KUB, Babinsa, Babinkantibmas, Lurah Pakis, dan ibu-ibu nelayan pesisir.

Dalam kesempatan itu, Wiyono mengajak masyarakat nelayan untuk tidak Golput dalam pemilu 17 April nanti. Dia mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi untuk menyukseskan Pemilu 2019. Menurut Wiyono, pemilu dikatakan sukses apabila seluruh rangkaian prosesnya berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Kedua, saat pelaksanaan pemilu berlangsung luber (langsung, umum, bebas dan rahasia) serta jurdil (jujur dan adil). ”Sukses yang kedua ini bagi Pemkab Banyuwangi menggunakan parameter, target pemegang hak pilih yang menggunakan hak politiknya menyalurkan aspirasinya  sekurang-kurangnya 77 % dari semua pemegang hak pilih,’’ tegasnya.

Sukses ketiga, lanjut Wiyono, siapa pun yang terpilih - baik dalam Pilpres maupun Pileg - harus diterima dengan lapang dada oleh seluruh rakyat Indonesia pada umumnya dan rakyat Banyuwangi pada khususnya. Dalam kesempatan itu, Wiyono juga mengajak masyarakat untuk merajut kebersamaan dalam keberagaman. ”Mari kita jaga  kerukunan lintas umat beragama dan lintas etnik dengan filosofi lebih baik bisa merasa daripada merasa bisa. Pandai-pandailah menimbang rasa, hidup harmoni, rukun sentosa,’’ tegasnya.

Di akhir acara, para nelayan membacakan deklarasi kebangsaan. Mereka sepakat mendukung terselenggaranya pemilu serentak berjalan aman dan damai. Selain itu, menolak segala bentuk kekerasan/anarkis, intoleransi, dan penyebaran berita hoax.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pantai Rejo Mohamad Muhyi mengatakan, pemberian wawasan kebangsaan kepada para nelayan dan masyarakat pesisir sangatlah penting. Pasalnya, dampak dari pemilu serentak sangat terasa di kalangan masyarakat pesisir.  ”Jadi ada nelayan yang tidak bertegur sapa akibat beda pilihan. Ini sangat berbahaya jika dibiarkan terus-menerus. Makanya dengan wawasan kebangsaan ini kami ingin ada pencerahan bagi masyarakat nelayan. Khususnya masyarakat di Pantai Rejo,” harap Muhyi.

Kasat Polairud AKP Subandi mengaku terima kasih kepada tim PPWK dan KUB Pantai Rejo yang terus menggelorakan wawasan kebangsaan. ”Masyarakat hendaknya tidak mudah percaya terhadap berita hoax yang tidak jelas sumbernya. Cek dulu kebenarannya. Jangan asal share sebelum saring,” tegas Subandi.

Tokoh agama yang hadir, KH. Saibani,  mengajak masyarakat agar tidak mudah percaya dengan ajaran yang menyesatkan yang dapat memecah-belah NKRI. Apalagi sampai menolak Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara Indonesia. ”Mari kita banyak berzikir dan membaca selawat untuk menjaga keutuhan negara dan bangsa ini,” ajak pengasuh Pondok Pesantren Nurul Iman,  Desa Sukojati, kabat ini. (*)

(bw/ddy/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia