Selasa, 20 Aug 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Bangun Karakter, Siswa Menginap di Desa

26 Maret 2019, 18: 14: 52 WIB | editor : Bayu Saksono

DIDIK KARAKTER: Ratusan siswa SMPN 1 Banyuwangi mengikuti program homestay di Kampung Papring.

DIDIK KARAKTER: Ratusan siswa SMPN 1 Banyuwangi mengikuti program homestay di Kampung Papring. (WIDIE BATARA FOR RABA)

Share this          

BANYUWANGI - Suasana Kampung Papring, Kecamatan Kalipuro berubah ramai sejak hari Rabu (20/3) hingga Sabtu (23/3). Pasalnya, sebanyak 258 siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Banyuwangi selama empat hari tinggal bersama masyarakat setempat. Para siswa itu mengikuti program homestay yang diadakan sekolahnya. Seluruh siswa menginap di 60 rumah warga dari 10 rukun tetangga (RT) dan 2 rukun warga (RW).  Mereka juga mengikuti aktivitas warga yang sehari-hari bekerja sebagai penyadap pinus, pencari rumput, dan petani kopi. Maklum, lokasi Kampung Papring berada di perbatasan hutan Perhutani KPH Banyuwangi Utara.

Pada hari pertama, induk semang yang dipanggil ”Apak-Emak” berkumpul di Kampoeng Batara, tempat kegiatan anak-anak Papring belajar rutin pada hari Minggu. Setelah bertemu anak asuh, para orang tua asuh itu membawa siswa SMPN 1 Banyuwangi pulang ke rumah masing-masing.

Kegiatan pada hari kedua, siswa menanam pohon di objek wisata Sewu Sambangan. Penanaman pohon dilakukan dua kali pada Kamis sore (21/3) untuk peserta di RW 02 dan Jumat pagi (22/3) untuk siswa di RW 01.

Di hari ketiga, siswa mengikuti pelatihan kerajinan, seperti menganyam besek bambu, gedheg bambu, membuat piring bambu dan piring lidi. Sedangkan, pihak SMPN 1 Banyuwangi memberikan pelatihan membuat alat musik dari bambu kepada anak-anak Papring.

Pendiri Kampoeng Batara Papring Widie Nurmahmudy mengakui, siswa yang tinggal di rumahnya sengaja diajari sejumlah kerajinan kearifan lokal. Dia berharap, siswa SMPN 1 Banyuwangi itu bisa memberikan manfaat, khususnya bagi anak-anak sebaya di Papring. Sebab, motivasi belajar dan bersekolah di Papring masih kurang. Setelah lulus SD, banyak yang lebih memilih bekerja, kemudian menikah. ”Harapannya bisa memotivasi anak-anak Papring melanjutkan sekolah ke SMP,” harapnya.

Kepala SMPN 1 Banyuwangi Supriyadi MPd mengatakan, tujuan kegiatan homestay itu dalam rangka membentuk karakter utama. Seperti mandiri, gotong-royong, religius, dan nasionalis. Beberapa karakter utama tersebut, kata dia, tentunya secara utuh dimaksudkan untuk mencapai visi sekolah, yang salah satunya adalah berakhlak mulia. ”Harapan kami, semoga kegiatan homestay ini memberikan kesan yang mendalam bagi anak didik, terutama dalam mengasah kepekaan sosialnya dan memberikan penguatan terhadap karakter mereka agar semakin kokoh,” ungkapnya.

(bw/jpr/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia