Rabu, 22 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Info Rumah Sakit

Layanan Cuci Darah RSUD Blambangan Semakin Baik

19 Maret 2019, 21: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TESTIMONI: Peserta bincang-bincang santai dalam peringatan Hari Ginjal Sedunia di ruang pertemuan CT-Scan lantai 2, RSUD Blambangan, Banyuwangi, Kamis lalu (14/3).

TESTIMONI: Peserta bincang-bincang santai dalam peringatan Hari Ginjal Sedunia di ruang pertemuan CT-Scan lantai 2, RSUD Blambangan, Banyuwangi, Kamis lalu (14/3). (YANTAKA FOR RABA)

BANYUWANGI- Dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia, RSUD Blambangan menggelar acara bincang-bincang santai di ruang pertemuan CT-Scan RSUD Blambangan, Kamis lalu (14/3). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dokter spesialis penyakit dalam dan ahli gizi.

Kegiatan tersebut dihadiri pasien beserta keluarga yang menjalani cuci darah di RSUD Blambangan Banyuwangi. Acara Hari Ginjal sedunia tahun ini mengangkat tema ”Kidney Health for Everyone Everywhere (Kesehatan Ginjal untuk Semua Orang di Mana Saja)”.

Bincang santai ini dimulai pukul 08.00. Acara secara resmi dibuka Kepala Bidang Penunjang RSUD Blambangan Faiz Fadholi SKep Ners. Kegiatan berlangsung meriah dengan pembagian beberapa door prize dan bingkisan untuk seluruh peserta.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan bincang-bincang santai bersama Ahli Gizi RSUD Blambangan Lita Arjawati AMd Gz. Dia memaparkan tentang pola nutrisi pada pasien yang mengalami gagal ginjal.

Sedangkan materi berikutnya disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam, dr Indah Reviati Kusuma SpPD. Dokter Indah menjelaskan seputar kesehatan ginjal. Para peserta tampak antusias menerima informasi kesehatan tersebut. Tidak sedikit peserta yang bertanya kepada kedua narasumber.

Ketua Panitia Diskusi dr Erbino Togama menyampaikan, salah satu alasan RSUD Blambangan mengadakan kegiatan ini adalah untuk mendorong gaya hidup yang sehat. Karena sebenarnya, kata dia, penyakit ginjal ini dapat dicegah, ditunda, dan dikendalikan di bawah kontrol. Terutama ketika ada langkah pencegahan yang tepat.

Sementara itu, salah satu pasien yang menjalani cuci darah di RSUD Blambangan, Andi, menyampaikan testimoni. Andi mengaku sudah menjalani proses cuci darah sejak awal tahun 2010 silam. Dia juga sempat melewati proses tidak sadar selama 40 hari. ”Alhamdulillah saya masih diberikan kesempatan untuk hidup,” tutur Andi.

Selama sembilan tahun, Andi harus rela bolak balik rumah sakit untuk melakukan cuci darah. Menurutnya,  rumah sakit adalah rumah keduanya. Semakin tahun, kata dia, pelayanan RSUD Blambangan semakin lebih baik. Karena itu, dia juga memberikan semangat kepada pasien penderita gagal ginjal untuk tetap selalu bersemangat dan berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Meskipun setiap pekan mereka harus melakukan cuci darah.

(bw/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia