Selasa, 20 Aug 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Bambang Haryo Setuju Boeing 737 MAX 8 Dihentikan

Dampak Tragedi Ethiopian Airlines

14 Maret 2019, 17: 40: 35 WIB | editor : Bayu Saksono

Bambang Haryo

Bambang Haryo

Share this          

JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo menyambut baik larangan pesawat Boeing 737 MAX 8 untuk melakukan penerbangan, wa­laupun sebenarnya agak terlambat. Namun, MAX 8 ini sudah mulai dilarang oleh beberapa Negara, seperti Negara Inggris , Australia ,Eropa dan Asia termasuk Indonesia.

Bambang mengatakan, pasca jatuhnya Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3) lalu, sejumlah negara ter­masuk di Indonesia telah menghentikan pengo­perasian pesawat Boeing 737 Max 8. “Penghentian penerbangan pesawat Boeing 737 Max 8 ini memang harus dilakukan, sebab keselamatan penumpang adalah faktor utama yang harus menjadi pertimbangan dalam dunia penerbangan,” kata Bambang, pada Rabu ( 13/ 3) di ruang kerjanya, Gedung Nusantara I, Senayan Jakarta.

Selain itu, kata Bambang, Boeing 737 MAX 8 ini sempat tidak diperbolehkan beroperasi sementara pasca kejadian tragedi jatuhnya Lion Air JT 610 pada tahun hingga adanya penyelidikan. Diharapkan, penyelidikan terhadap jatuhnya Lion Air JT 610 tidak hanya melibatkan otoritas yang ada di Indonesia, namun penyelidikan ini juga melibat maker  atau pembuat pesawat itu sendiri.  “Selain itu, ke­terlibatan penyelidikan dari pihak Federal Amerika Serikat (FAA) penting dalam mem­berikan rekomendasi bahwa pesawat itu aman atau tidak,” kata Politisi Gerindra itu.

Termasuk melibatkan oto­ritas penerbangan dari Ame­rika dalam arti ikut ber­tanggung jawab dan menilai bahwa pesawat–pesawat yang akan dijual keluar negeri, dan akan dipakai untuk rakyat di seluruh dunia harus dipastikan dalam keadaan aman dulu. Maka, dengan kejadian jatuhnya Ethiopian Airlines ini, pihaknya berharap Kementerian Perhu­bungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara harus memantau ketat pengo­perasian Boeing 737 MAX 8. Sebab, saat ini Indonesia memiliki 12 jenis pesawat yang sama.

Selain pengawasan terhadap pengoperasian pesawat Boeing 737 Max 8, juga harus melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Boeing maupun lembaga penerbangan dunia, seperti FAA untuk terus melakukan evaluasi terkait kecelakaan pesawat jenis Boeing 737 Max 8.

Bambang menambahkan, tragedi Ethiopian Airlines jatuh pada Minggu (10/3) telah membuat beberapa Negara yang menggunakan Boeing 737 Max 8 terpaksa menghentikan pengoperasionalnya. Ini ar­tinya apa? Lebih baik kita bersama-sama mencegah, karena tujuannya adalah menyelamatkan nyawa publik, nyawa publik itu tidak bisa dibeli dengan apapun bahkan diberi dua ribu triliun pun nggak mau. “Jadi saya menyambut baik kebijakan pelarangan penerbangan Boeing 737 Max 8 ini,” ujar Bambang.

(bw/jpr/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia