Kamis, 22 Aug 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Events

Ke Luar Negeri, Jangan Mau Dititipi

Pelajar Dibekali Pengetahuan Bea dan Cukai

07 Maret 2019, 16: 53: 09 WIB | editor : Bayu Saksono

PEMBEKALAN: Kasi Kepatuhan Internal, Penyuluh, dan Layanan Informasi KPPBC Tipe Madya Pabean C Banyuwangi Dominica (kiri) berdiskusi dengan peserta Muhibah Pelajar ke Malaysia Kloter II di SMPN 1 Cluring Banyuwangi kemarin.

PEMBEKALAN: Kasi Kepatuhan Internal, Penyuluh, dan Layanan Informasi KPPBC Tipe Madya Pabean C Banyuwangi Dominica (kiri) berdiskusi dengan peserta Muhibah Pelajar ke Malaysia Kloter II di SMPN 1 Cluring Banyuwangi kemarin. (NIKLAAS ANDRIES/RABA)

Share this          

CLURING – Peserta Muhibah Pelajar Banyuwangi ke Malaysia kloter kedua dapat tambahan ilmu saat pembekalan di aula SMPN 1 Cluring kemarin (6/2). Kali ini, tim Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Banyuwangi memaparkan apa saja yang perlu dilakukan para peserta saat di Negeri Jiran pada 22 Maret hingga 24 Maret 2019 mendatang.

Rencananya, para peserta Muhibah Pelajar yang berasal dari SMPN 1 Cluring dan SMAN 1 Genteng itu, akan mengunjungi Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Bandar Baru Bangi. Lantaran pemberangkatan semakin dekat, peserta perlu mempersiapkan fisik maupun mental. Karena itu, mereka mendapat pembekalan dan tambahan wawasan, serta beberapa tips saat berada di negeri tetangga.

Ada beberapa sesi pembekalan yang berlangsung kemarin. Mulai dari pembekalan cara nyaman berkomunikasi di luar negeri, juga pemberian materi pengetahuan seputar kepabeanan dan cukai.

Panitia sengaja menghadirkan petugas dari kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Banyuwangi. KPPBC yang berada di bawah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI itu, menjalankan fungsi sebagai revenue collector, trade fasilitator, industrial assistance, dan community protector.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal, Penyuluh, dan Layanan Informasi KPPBC Tipe Madya Pabean C Banyuwangi Dominica berpesan agar peserta Muhibah Pelajar mem­bawa barang yang memang dibutuhkan. Bila hendak berbelanja di luar negeri untuk dibawa pulang ke Banyuwangi, ada kriteria yang harus dipenuhi. Supaya bebas bea, belanja jangan melebihi USD 500 atau Rp 7,5 juta,” pesannya.

Selain itu, terang Dominica, pembelian juga harus yang wajar. Misalnya, membeli baju cukup dua atau tiga saja. Kalau sudah sampai beli sepuluh baju, itu sudah tidak wajar. Ditekankan lagi, untuk semua transaksi barang di luar negeri disertai invoice atau nota pembelian. ”Ini juga untuk mempermudah saat pemeriksaan barang,” katanya.

Barang yang dibeli, jelas Dominica, hendaknya yang aman dan tidak membahayakan. Jika ingin membeli tanaman atau makhluk hidup seperti binatang, sebaiknya jangan dilakukan. ”Membeli hewan harus melewati karantina,” ujarnya.

Yang paling penting, imbuh Dominica, peserta Muhibah Pelajar jangan mau bila ada orang yang tidak dikenal titip barang. Meski orang itu mengaku dari Indonesia dan sekadar menitip untuk saudaranya, itu harus ditolak. ”Sebab barang titipan itu bisa merugikan dan membahayakan. Kalau yang dititipin itu narkoba bagaimana coba? Kan bisa merugikan diri sendiri. Jadi, jangan mau terima titipan apa pun dari orang lain,” pesannya.

Sementara itu, panitia juga mengundang Telkomsel untuk memberikan pembekalan cara nyaman berkomunikasi selama peserta di luar negeri. Tidak tanggung-tanggung, Supervisor Youth and Community Telkomsel Jember Kristianti hadir langsung memberikan beberapa tips kepada peserta Muhibah Pelajar. Selain itu, ada juga penjelasan teknis pengoperasian telepon seluler maupun data seluler di luar negeri yang disampaikan oleh Aditya Dwi Arsandi dari Telkomsel Banyuwangi.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, para peserta tampak antusias mengikuti pembekalan itu. Mereka sudah mempersiapkan keperluan untuk berangkat ke Malaysia pada 22 Maret 2019 mendatang. ”Kita sudah persiapkan semuanya,” ujar Bendahara Komite Sekolah H Ahmad Fauzi Junaidi.

Menurut Fauzi, untuk persiapan seluruh peserta sudah siap. Mulai dari paspor hingga sosialisasi dari KPPBC dan pihak operator seluler Telkomsel. ”Pembekalan itu sangat membantu para peserta. Mereka mengetahui gambaran yang akan dilakukan di sana,” katanya.

Dalam Muhibah Pelajar kloter kedua itu, jelas Fauzi, peserta dari SMPN 1 Cluring ini akan menampilkan seni dan budaya asal Banyuwangi, seperti tari gandrung dan tari menjeng (sok cantik). ”Nanti juga kita tampilan presentasi keindahan wisata alam, budaya, dan kuliner yang ada di Banyuwangi,” ungkapnya.

Fauzi berharap, dengan adanya Muhibah Pelajar Banyuwangi ke Malaysia ini, bisa menjadi pengalaman yang menarik bagi para peserta yang belum pernah keluar negeri. Apalagi, peserta muhibah ini juga akan berkunjung ke sekolah yang ada di Malaysia. ”Kita akan menampilkan yang terbaik untuk Banyuwangi,” jelasnya.

(bw/rio/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia