Rabu, 22 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

DPD-Untag Diskusi RUU Lansia

06 Maret 2019, 16: 30: 22 WIB | editor : Bayu Saksono

PEMBUKAAN: Rektor Untag (paling kiri) dalam seminar dan FGD di aula F4 Untag.

PEMBUKAAN: Rektor Untag (paling kiri) dalam seminar dan FGD di aula F4 Untag. (IRWAN/RABA)

BANYUWANGI - Rektor Uni­versitas 17 Agustus 1945 (Untag) Ba­nyuwangi Drs Andang Suba­ha­rianto, MHum membuka se­minar penelitian empirik Ran­ca­ngan Undang-Undang (RUU) tentang perubahan UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang kesejah­te­raan lanjut usia (Lansia), kemarin pagi (5/3). Acara yang dikemas fo­cuss group discussion (FGD) di aula F4 Untag itu bekerja sama dengan Komite III DPD RI. Anggota DPD RI asal daerah pemilihan Jawa Timur Emilia Contessa juga sem­pat menyam­pai­kan kata sam­butan.

Dalam seminar tersebut diha­dirkan narasumber dari staf ahli DPD RI Andri Kusmayadi dan Kepala Dinas Sosial Banyuwangi Eddy Supriyono. Selain itu, akademisi Untag Etis Cahyaning Putri, SH, MH, dan aktivis Yayasan Aura Lentera Indah Catur.

Peserta seminar dan FGD terdiri dari 50 orang dari kalangan aka­demisi beberapa perguruan tinggi di Banyuwangi, perwakilan RSUD Blambangan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial. Selain itu, per­wakilan organisasi yang ber­anggotakan lansia seperti Abiyoso, PWRI, PIVERI, dan LVRI. Tak ke­ting­galan perwakilan dari media massa.

Rektor Untag Andang Suba­ha­rianto mengatakan, negara harus membuat regulasi supaya kesejah­teraan warganya bisa terpenuhi ketika usia sekolah hingga lansia tetap melekat. “Ke­sejahteraan tidak dibatasi oleh usia, sejak lahir hingga mati men­jadi tanggung jawab ne­gara,” tegasnya.

Sementara itu, Emilia Contessa mengatakan, proyeksi penduduk Indonesia sekitar 28,8 juta jiwa lansia atau 11,34 persen dari total penduduk tahun 2020. Jumlahnya akan meningkat jadi 33 juta jiwa pada tahun 2025. “Pada tahun 2035 akan mencapai 48 juta jiwa atau 16 persen dari total penduduk saat itu,” ungkapnya.

(bw/jpr/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia