Selasa, 23 Apr 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Tidak Cukup Bukti Melanggar, Kasus Michael Dihentikan KPU

06 Maret 2019, 09: 29: 23 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

DIHENTIKAN: KPU menyatakan Michael tidak melanggar UU Pemilu karena tidak cukup bukti.

DIHENTIKAN: KPU menyatakan Michael tidak melanggar UU Pemilu karena tidak cukup bukti. (JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI - Dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Demokrat (PD) Michael Edy Haryanto saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, berakhir antiklimaks. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memutuskan menghentikan kasus tersebut lantaran unsur tindak pidana pemilu yang diduga dilakukan keduanya tidak terbukti.

Keputusan menghentikan pemeriksaan dugaan pelanggaran Pemilu tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Banyuwangi Hamim kemarin (5/3). Dikatakan, sebelum memutuskan menghentikan kasus itu, pihaknya telah melakukan lakukan pemeriksaan dan klarifikasi kepada beberapa pihak terkait. “Kami juga sudah melakukan rapat bersama anggota Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dari unsur Bawaslu, kepolisian dan kejaksaan, tidak terpenuhi unsur pelanggaran pidana pemilu,” ujarnya.

Hamim mengatakan, dalam dugaan pelanggaran pidana pemilu, pihaknya dituntut untuk bisa membuktikan adanya unsur-unsur pelanggaran. Di antaranya ada niat atau tidak, serta ada alat bukti atau tidak.

Namun, dalam proses pemeriksaan, Bawaslu tidak bisa membuktikan Michael dengan sengaja melakukan kampanye saat menghadiri Musrenbang Desa Gumirih. “Dia datang ke acara Musrenbang Desa Gumirih karena diundang. Selain itu, yang bersangkutan memberikan sambutan karena dipersilakan oleh pihak penyelenggara,” kata dia.

Bawaslu juga tidak menemukan bukti Michael mengajak hadirin untuk mencoblos dirinya. Sedangkan soal dugaan pria yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PD Banyuwangi menampilkan citra diri saat menghadiri Musrenbang Desa Gumirih, Hamim menyebut Michael “hanya” mengenakan jaket berlogo partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu. “Kalau demikian, apabila ada orang beribadah di masjid mengenakan jaket yang juga ada logo partainya, apakah bisa disebut kampanye,” tanya dia.

Bukan hanya Michael, Bawaslu juga menghentikan kasus dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan Kades Gumirih Mura’i. “Sedangkan untuk Kasus Saudara Mura’i. Tidak ada yang dirugikan. Karena semua anggota DPRD dan Ketua Partai di Dapil Banyuwangi 2 diundang. Hanya saja, di antara undangan, ada yang datang ada pula yang tidak datang,” sebutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Michael menyatakan bersyukur kepada Tuhan karena dirinya sudah terlepas dari masalah itu. “Sejak awal saya yakin tidak bersalah. Pihak yang melapor tidak mengetahui kejadian yang sesungguhnya. Dia hanya mengunggah foto saya pegang microphone dan menggunakan jaket berlogo PD,” ujar dikonfirmasi via sambungan telepon.

Pada kesempatan yang sama Michael mengapresiasi Bawaslu Banywuangi yang telah bersikap independen sehingga berani memutus yang benar itu benar dan yang salah itu salah. “Sikap ini akan memperbaiki kualitas Pemilu. Bawaslu harus tegas. Dengan ketegasan Bawaslu mengawasi jalannya Pemilu, calon yang terpilih adalah calon yang benar-benar berkualitas,” cetusnya.

Diberitakan sebelumnya, dunia politik di Banyuwangi menghangat. Hal itu dipicu kehadiran Ketua DPC PD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto pada kegiatan Musrenbang Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh pada Kamis lalu (24/1). Bahkan, Michael dan Mura’i lantas dilaporkan salah satu warga negara Indonesia (WNI) kepada Bawaslu.      

Di sisi lain, Michael tidak menampik dirinya hadir di Musrenbang Desa Gumirih. Dia mengaku diundang oleh Kepala Desa (Kades) Gumirih Mura’i Ahmad. “Saya diundang. Ketika Pak Mura’i mengantar undangan, saya tanya yang diundang siapa saja. Dijawab dirinya juga mengundang para ketua partai dan semua anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) Banyuwangi 2. Saya diminta berbicara mengenai pendidikan politik. Maka saya siap,” ujarnya.

Soal dugaan dirinya menggunakan atribut PD saat menghadiri kegiatan Musrenbang, Michael menuturkan, pakaian yang dia kenakan bukan atribut kebesaran PD. Kala itu dia memakai jaket berwarna hitam. “Jaket yang saya gunakan bukan berwarna biru yang merupakan warna kebesaran PD. Saya pakai jaket warna hitam dan “hanya” ada logo PD berukuran kecil di dada,” kata dia.

Michael menambahkan, dirinya tidak melakukan kampanye pada forum Musrebang Desa Gumirih. Dia berbicara untuk memberikan pendidikan politik supaya masyarakat tidak apriori terhadap politik. “Selama ini banyak masyarakat yang beranggapan para politikus tukang ngakali, tukang ngapusi, setelah jadi anggota DPR, malah lupa terhadap konstituennya. Maka saya sadarkan tidak semua politikus seperti itu. Saya meminta masyarakat memilih politikus yang baik. saya tidak mengajak memilih saya,” pungkasnya. (*)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia