Senin, 18 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo
Penyaluran CSR WIKA di Kabupaten Situbondo

Dirikan Perpustakaan Apung Pertama di Indonesia

20 Februari 2019, 21: 53: 49 WIB | editor : Ali Sodiqin

ABADIKAN MOMEN: Direktur Operasi II PT. Wika, Bambang Pramudjo (lima dari kanan), Wabup Yoyok (lima dari kiri), foto bersama di perpustakaan apung

ABADIKAN MOMEN: Direktur Operasi II PT. Wika, Bambang Pramudjo (lima dari kanan), Wabup Yoyok (lima dari kiri), foto bersama di perpustakaan apung (Edy Supriyono/jprs)

Share this          

PANARUKAN– PT. Wijaya Karya (WIKA) Tbk menyalurkan Coroprate Social responsibility (CSR) di wisata Grand Phatek, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, kemarin (20/02). Yang menarik, CSR yang diberikan salah satunya adalah buku-buku bacaan yang ditempatkan di perpustakaan apung.

PT Wijaya Karya (persero) Tbk hadir berserta anak perusahaannya. Antara lain:  PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WIKA Gedung), PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON), PT Wijaya Karya Rekasaya Konstruksi (WRK), dan PT Wijaya Karya Serang Panimbang (Serpan)

Direktur Operasi II WIKA, Bambang Pramudjo mengatakan, CSR WIKA yang diwujudkan dalam bentuk perpustakaan apung merupakan yang kali pertama. Belum ada daerah lain yang mendapatkan bantuan serupa. “Sebanyak 1.180 buku bacaan yang kami kirim. Insyallah akan ditambah lagi,” ujarnya.

Pemberian CSR tersebut dalam rangka hari ulang tahun (HUT) WIKA ke-59. Selain memberikan buku-buku bacaan, ada juga penanaman bibit pohon hidroponik dan organik. Penyerahan CSR disaksikan Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi.

Bambang menjelaskan, WIKA bergerak pada empat pilar. Pertama, pilar kepedulian. Pilar kedua adalah pendidikan. Salah satu perwujudan pilar kedua, bantuan buku di perpustakaan apung Grand Pathek. “Yang membanggakan kami, perpusatakaan apung dijadikan branding pariwisata unggulan. Artinya, ini menjadi nilai lebih dengan wisata yang lain,” ujarnya.

Bambang mengatakan, buku merupakan jendela pengetahun. Dengan pengetahuan, akan terbuka pintu kemakmuran. “Jadi, kalau masyarakat Situbondo ingin makmur, pintunya ada di sini, di perpustakaan apung. Kemungkinan, buku yang tersedia akan kami tambah,” terangnya kepada sejumlah wartawan.

Kemudian pilar ketiga adalah adalah WIKA Sehat. Bambang mengatakan, kesehatan cukup mahal. Atas kesadaran ini, pada peringatan HUT kemarin, ada juga pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat gratis kepada warga. 

Terakhir, WIKA Hijau. Bambang mengaku, CSR PT. WIKA kerap disalurkan dalam bentuk penanaman pohon. Menurutnya, penghijauan sangat bermanfaat bagi kelestarian alam. “Bumi ini satu, sedangkan penduduknya terus bertambah tiap hari. Artinya, daya dukung lingkungan semakin lama semakin berkurang . Tanggung jawab kita semua menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada WIKA yang telah menyalurkan sebagian dari keuntungannya untuk menunjang pengembangan sektor pariwisata. Dia mengatakan, CSR berupa perpusatakaan apung menjadi daya tarik sendiri bagi wisata Grand Pathek. “Saya berharap, fasilitas ini dijaga dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Wabup Yoyok menambahkan, semua perusahaan yang menyalurkan CSR-nya, akan disambut baik oleh pemerintah. Dia juga menegaskan, pemerintah daerah membuka ruang selebar-lebarnya kepada pihak ketiga yang ingin berkontribusi membangun Situbondo. “Terutama pada sektor pariwisata,” imbuhnya. 

Pustakaan apung memiliki luas bangunan 54 meter persegi dan luas lantai 118 meter persegi. Jaraknya dari bibir pantai sekitar 30 meter. Dihubungkan dengan jembatan terapung. Donasi buku bacaan 1.180 buah, bibit pohon hidroponik dan organik sebanyak 1.180. Ada juga pemeriksaan kesehatan kepada 590 peserta, beautifikasi kampung, pembangunan gapura desa, pengadaan tong sampah, dan lain sebagainya. (bib/pri/adv)

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia