Senin, 23 Sep 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Kesbangpol Aktualisasikan Bela Negara , Pemuda Glagah Dilatih PBB

20 Februari 2019, 20: 16: 35 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

LATIH DISIPLIN: Instruktur dari Kodim 0825 Banyuwangi melatih PBB di Lapangan Glagah, kemarin (20/2).

LATIH DISIPLIN: Instruktur dari Kodim 0825 Banyuwangi melatih PBB di Lapangan Glagah, kemarin (20/2). (TOHA FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

GLAGAH –  Tim dari kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Banyuwangi terus melakukan road show kebangsaan. Kemarin (20/2), tim dari  bidang ideologi, pembauran, dan wawasan kebangsaan menggelar pelatihan peningkatan peran pemuda Pancasila. Acara yang berlangsung di auditorium kantor Kecamatan Glagah itu mengusung tema “Aktualisasi Kesadaran Bela Negara di Kalangan Generasi Muda di Era Global”.

Hadir dalam acara itu, Sekretaris Kesbangpol  Nyoman Widiratyasa; Kabid Ideologi, Pembauran, dan Wawasan Kebangsaan Muhamad Rusdi; Camat Glagah Astorik; Pasiter Kodim 0825 Kapten Mustohir. Dialog dimoderatori Miskawi selaku Ketua FPK-Forum Pembauran Kebangsaan. Peserta aktualisasi dari unsur Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan perwakilan perangkat desa.

GAYENG: Peserta aktualisasi bela negara mendengarkan arahan dari nara sumber Kesbangpol Banyuwangi di Kantor Kecamatan Glagah kemarin.

GAYENG: Peserta aktualisasi bela negara mendengarkan arahan dari nara sumber Kesbangpol Banyuwangi di Kantor Kecamatan Glagah kemarin.

Camat Glagah Astorik mengapresiasi kegiatan tersebut karena mengemban amanah UUD 1945. Dikatakan Astrorik, dengan menurunnya kesadaran kebangsaan, pihaknya siap bekerja sama dengan pihak manapun yang membawa misi kebangsaan dan  persatuan berlandaskan Pancasila. ”Sebab, pemuda itu sebagai pengawal perubahan, menjaga persatuan dan kesatuan,’’ tegasnya.

Sekretaris Kesbangpol Nyoman Widiratyasa menegaskan, bela negara bagi para pemuda adalah  satu-satunya upaya atau tekad sikap dan perilaku untuk membela bangsa dan negaranya dengan semangat cinta tanah air berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Dengan kegiatan ini, lanjut Nyoman, Kesbangpol ingin menumbuhkan rasa kebangsaaan, rela berkorban, dan cinta tanah air bagi para pemuda. Saat ini kesadaran berbangsa dan bernegara semakin memudar. ”Sekarang ini banyak pemuda yang terlibat kasus narkoba, seks bebas, minum- minuman keras,  konflik, dan sebagainya. Lewat kegiatan ini diharapkan bisa mengurangi konflik SARA di masyarakat,’’ tegasnya.

Usai mengikuti aktualisasi kebangsaan, peserta mendapatkan materi baris-berbaris (PBB). Ada tiga instruktur dari Kodim 0825 yang dihadirkan. Mereka adalah Pelda M. Imam, Serma Nanang Tri P, dan  Serma Suyitno Dwi.

Miskawi membuka PBB dengan yel-yel kebangsaan. Kapten Mustohir menjelaskan, bela negara biasanya selalu dikaitkan dengan militer atau militerisme. Seolah-olah kewajiban dan tanggung jawab untuk membela negara hanya terletak pada TNI. Berdasarkan UUD 1945, bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Republik Indonesia. 

Bela negara adalah upaya setiap warga negara untuk mempertahankan Republik Indonesia terhadap ancaman baik dari luar maupun dalam negara. Pendidikan bela negara dapat diperoleh melalui pendidikan formal maupun informal.

Dengan bela negara diharapkan  pelajar dan generasi mudah lebih mencintai tanah airnya. Kondisi ini bisa dibentuk lewat lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. ”Dengan bela negara generasi muda akan menjauhi segala bentuk kegiatan yang negatif dan merusak,’’ tegasnya.

Di bawah terik matahari, peserta aktualisasi dan PBB terlihat bersemangat. Salah satu peserta PBB Novi Puspitasari mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. ”PBB untuk pemuda sangat bermanfaat. Bisa melatih kedisiplinan, pembentukan karakter, dan kepemimpinan,’’ kata Novi.

Muhammad Rusdi, Kabid Bidang Ideologi, Pembauran dan Wasbang menjelaskan  perwujudan bela negara yang dapat dilakukan pelajar dan generasi muda. Di antaranya menjauhi penyalahgunaan narkoba, tidak melakukan tindakan kriminal, konflik SARA, belajar dengan giat sesuai kemampuannya. ”Selain itu, ikut mengharumkan nama bangsa Indonesia di segala bidang (sains,  matematika, teknologi, pertanian, dan budaya). Termausk kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Karang Taruna,’’ jelas Rusdi. (*)

(bw/aif/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia