Minggu, 20 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis

Kulo Nuwun, Pabrik Inka Segera Berdiri di Banyuwangi

12 Februari 2019, 17: 48: 31 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

RAMADA KUSUMA/RABA PERKENALAN: Dirut PT Industri Kereta Api (Inka) Budi Noviantoro gowes bareng lintas komunitas sepeda se-Banyuwangi, salah satunya Kopi Ireng Cycling, pagi kemarin (9/1).

RAMADA KUSUMA/RABA PERKENALAN: Dirut PT Industri Kereta Api (Inka) Budi Noviantoro gowes bareng lintas komunitas sepeda se-Banyuwangi, salah satunya Kopi Ireng Cycling, pagi kemarin (9/1). (RAMADA KUSUMA FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI – Rencana pembangunan pabrik kereta api terbesar se-Indonesia di Banyuwangi semakin mendekati kenyataan. Direktur Utama (Dirut) PT Industri Kereta Api (Inka) Budi Noviantoro turun langsung ke lapangan untuk kulo nuwun kepada masyarakat Bumi Blambangan kemarin (9/2).
Menariknya, acara kulo nuwum tersebut dikemas dengan kegiatan bersepeda bareng yang diikuti ratusan orang asal lintas komunitas se-Banyuwangi. Gowes bareng juga diikuti Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik HZ, Komandan Lanal Letkol Laut (P) Suhartaya, serta Ketua DPRD I Made Cahyana Negara.
Start di Villa So Long, ratusan peserta lantas gowes bareng menuju area PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII di kawasan Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro yang akan dijadikan lokasi pabrik Inka di Banyuwangi. Selanjutnya, mereka kembali finish di Villa So Long.
Diwawancarai eksklusif wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Budi menyatakan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik sepur milik PT Inka tersebut bakal segera dilakukan. “Tinggal menunggu persetujuan Pak Bupati (Abdullah Azwar Anas, Red). Kami manut saja. Kami tidak ingin melanggar aturan,” ujarnya saat berada di Villa So Long, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro.
Sehari sebelumnya, Bupati Anas mengungkapkan, rencana groundbreaking pabrik PT Inka di Banyuwangi yang sedianya dilakukan pada Januari lalu memang ditunda. Sebab, pihaknya belum menyetujui desain bangunan pabrik sepur tersebut lantaran tidak mengadopsi kearifan lokal. “Kami tidak ingin menghambat investasi di Banyuwangi. Kami ingin bangunan di Banyuwangi mengadopsi kearifan lokal,” kata dia di hadapan belasan arsitek asal berbagai daerah dan mancanegara yang tengah melakukan wisata arsitektur di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini Jumat lalu (8/2).
Dikonfirmasi terkait statemen Bupati Anas, Dirut PT Inka Budi Noviantoro tidak menampik. Dia mengaku saat ini desain kantor dan kompleks pabrik Inka di Banyuwangi tengah di-review agar memenuhi kearifan lokal.
Selain untuk mengadopsi kearifan lokal, review desain juga dilakukan terkait rencana membangun museum kereta api (KA) di kompleks pabrik yang akan dibangun di lahan seluas 83 hektare (Ha) itu. “Pabrik Inka di Banyuwangi juga akan dilengkapi museum kereta. Makanya, desain pabrik di kita review, salah satunya untuk museum kereta tersebut,” akunya.
Budi menambahkan, kapasitas produksi pabrik Inka di Banyuwangi diproyeksikan mencapai empat unit kereta per hari. Kapasitas tersebut dua kali lipat dibandingkan kapasitas pabrik PT Inka di Madiun yang maksimal “hanya” dua kereta per hari. “Kapasitas produksi empat kereta per hari, itu setelah pabrik di Banyuwangi beroperasi secara penuh,” terangnya.
Lebih jauh dikatakan, pabrik di Banyuwangi akan digunakan untuk produksi lokomotif dan kereta penumpang *terutama  tujuan ekspor . Sedangkan produksi kereta barang dan kereta untuk kebutuhan dalam negeri tetap dipusatkan di pabrik Inka di Madiun. “Saat ini sudah ada dua calon investor yang siap bersama-sama mengembangkan pabrik kereta api di Banyuwangi. Satu untuk lokomotif dan satu untuk kereta,” bebernya.
Budi menambahkan, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pabrik di Banyuwangi mencapai dua ribu sampai tiga ribu orang. Untuk itu, pihaknya akan memprioritaskan tenaga kerja asal Banyuwangi. “Tentu yang kami prioritaskan adalah tenaga kerja lokal Banyuwangi. Namun, sebagian tenaga kerja yang lain akan kami ambil dari pabrik Inka di Madiun,” kata dia.
Masih menurut Budi, groundbreaking pabrik Inka di Banyuwangi ditarget Maret. Pabrik tersebut akan siap beroperasi pada awal 2020. “Kalau Pak Bupati sudah mengizinkan, kita siap groundbreaking. Ibu Menteri BUMN juga sudah oke,” bebernya.
Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara menyatakan keberadaan pabrik Inka akan memberikan manfaat kepada masyarakat Banyuwangi secara umum. “Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mendorong sejumlah BUMN mendirikan pabrik di Banyuwangi,” kata dia.
Made menekankan, masyarakat sekitar lokasi pabrik harus mendapat perhatian khusus untuk dapat dipekerjakan di perusahaan pelat merah tersebut. “Dengan demikian, masyarakat sekitar akan merasa ikut memiliki dan keberadaan pabrik benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar,” pungkasnya. (*)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia