Minggu, 22 Sep 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Michael Harap Masyarakat Tidak Buta Politik

04 Februari 2019, 16: 59: 37 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

SEMANGAT: Michael Edy Hariyanto menyampaikan pesan  penyair Jerman bernama Berthold Brecht Minggu kemarin di Rogojampi.

SEMANGAT: Michael Edy Hariyanto menyampaikan pesan penyair Jerman bernama Berthold Brecht Minggu kemarin di Rogojampi. (TOHA FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

ROGOJAMPI—Calon Anggota Legislatif (Caleg) Partai Demokrat Dapil 2, Michael Edy Hariyanto kembali menyapa masyarakat di wilayah Dapilnya. Jika sebelumnya, menyapa warga Songgon, Singojuruh, maka Minggu kemarin (3/1) Michael menyapa masyarakat Rogojampi.

Seperti biasanya, pria yang juga Ketua DPC Partai Demokrat ini Banyuwangi mengajak Caleg Partai Demokrat dari dapil 2 lainnya, seperti H Suhaili, SH nomor 4, caleg DPRD Jawa Timur Dapil IV nomor urut tiga, Teddy Anugerariyanto, dan Caleg DPR RI Dapil IV nomor urut empat Samsul Bahara.

Dalam kesempatan itu, Michael juga memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Pengusaha pupuk ini menyitir penyair Jerman bernama Berthold Brecht. Dalam karyanya berjudul Buta Politik. Menurut Berthold Brecht, buta yang terburuk adalah buta politik. Dia tidak mendengar, tidak berbicara dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik.

HIBUR WARGA: Teddy Anugerariyanto juga menyumbangkan suaranya kemarin.

HIBUR WARGA: Teddy Anugerariyanto juga menyumbangkan suaranya kemarin. (TOHA FOR JAWAPOS.COM)

Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, semua tergantung pada keputusan politik. Orang yang buta politik begitu bodoh sehingga ia bangga dan membusungkan dadanya mengatakan bahwa ia membenci politik. Si dungu tidak tahu bahwa dari kebodohan politiknya lahir pelacur, anak terlantar dan pencuri terburuk dari semua pencuri, politisi buruk, rusaknya perusahaan nasional dan multinasional.

Oleh sebab itu, Michael mengajak kepada seluruh masyarakat untuk aktif dalam pemilihan anggota legislatif yang berlangsung pada 17 April 2019. Pilihlah calon wakil rakyat yang benar dan cerdas. Pilih orang yang baik dan amanah. “Kalau pun saya dan Partai Demokrat yang dipercaya, maka saya bersedia bekerja keras untuk mewujdkan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Michael, Caleg nomor 1 Dapil 2 ini.

Michael menjelaskan, kemiskinan saat ini boleh jadi karena masyarakat salah memilih wakil rakyat. Banyak oknum politik yang korupsi. Imbasnya rakyat juga yang kena imbasnya hingga menjadi miskin dan hidup susah. Masyarakat susah cari pekerjaan, makan sulit, hingga sekolah anak saja susah setengah mati. Itu semua bisa jadi akibat salah pilih. (*)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia