Minggu, 17 Feb 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Info Rumah Sakit

Dialog Interaktif Membangun Gizi Bangsa di RS Al Huda Genteng

30 Januari 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

EDUKASI: Suasana dialog gizi interaktif oleh tim RS Al Huda Gambiran di TK Nurul Huda, Krikilan, Jumat lalu (25/1).

EDUKASI: Suasana dialog gizi interaktif oleh tim RS Al Huda Gambiran di TK Nurul Huda, Krikilan, Jumat lalu (25/1). (RS Al Huda Genteng For RaBa)

GAMBIRAN- Kepedulian Rumah Sakit Al Huda (RSAH) terhadap dunia pendidikan selalu konsisten. Hal ini ditunjukkan dengan kerja sama yang terjalin apik antara RSAH dengan berbagai institusi pendidikan sejak tahun 2007.

RSAH sudah menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan mulai tingkat play group sampai perguruan tinggi. Berbagai kegiatan positif telah dilakukan sebagai wahana pendidikan, penelitian, seminar, bedah buku, maupun dialog interaktif.

Seperti dialog tentang gizi yang berlangsung di TK Nurul Huda, Krikilan, Jumat lalu (25/1). Tema dialog kali ini adalah ”Bersama Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi.”

Manajer Instalasi Gizi RSAH Riena Dhewi L SGz menjelaskan, dalam memperingati hari gizi nasional tahun 2019 ini, Kemenkes menggalakkan slogan ”Isi Piringku”. ”Program ini sebagai pengganti slogan empat sehat lima sempurna. Slogan baru tersebut menambahkan poin keseimbangan porsi yaitu komposisi makanan dalam satu piring terdiri 50 persen buah dan sayur, serta 50 persen karbohidrat dan protein,” jelasnya.

Riena menambahkan, gizi seimbang terutama untuk anak-anak sangat penting. Melalui program Isi Piringku, orang tua diberikan pemahaman terhadap 10 pesan gizi seimbang. Gizi seimbang itu dikelompokkan dalam empat pesan pokok yakni, pola makan gizi seimbang, minum air yang cukup, memantau tinggi dan berat badan yang sesuai, dan aktivitas fisik yang cukup. ”Semua itu harus sesuai kelompok umur mulai dari balita hingga dewasa,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pedoman gizi seimbang tidak hanya memberikan panduan terkait makanan. Pedoman itu juga untuk kesehatan secara menyeluruh. ”Terutama yang bersifat preventif untuk mencegah timbulnya malnutrisi dan penyakit lain,” jelasnya

Sementara itu, para orang tua sangat antusias dalam acara tersebut. Tanya jawab seputar gizi untuk anak-anak berlangsung gayeng. Mereka menanyakan bagaimana mengatasi anak-anak yang sulit makan. Ada juga yang bertanya tentang anak yang tidak mau makan sayur dan buah. Ada pula kasus anak hanya mau minum susu atau jajanan saja. 

Dengan penjelasan yang cukup menarik, disertai diskusi yang penuh dengan kekeluargaan, orang tua merasa puas dengan penjelasan yang diberikan para ahli gizi RS Al Huda. Bahkan, beberapa peserta menginginkan konsultasi gizi secara pribadi untuk mengetahui status gizi dan perkembangan anak-anak mereka. ”Bagi yang berminat konsultasi lebih lanjut, bisa datang ke klinik gizi RS Al Huda,” pungkas Riena.

(bw/rbs/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia