Minggu, 17 Feb 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Pulang Naik Bus ke Medan, Amirudin Dikawal Delapan Orang

30 Januari 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PANEN TEROR: Amirudin didampingi Kades Slamet Kasihono dan relawan sebelum meninggalkan Banyuwangi

PANEN TEROR: Amirudin didampingi Kades Slamet Kasihono dan relawan sebelum meninggalkan Banyuwangi (Fredy Rizki/RaBa)

BANYUWANGI – Aparat Polsek Kalipuro tidak sampai memproses Amirudin, pria asal Medan yang sempat bikin heboh Banyuwangi. Setelah tiga hari diamankan di Polsek, lelaki berusia 43 tahun itu akhirnya meninggalkan Bumi Blambangan.

Senin (28/1), Amirudin diantar Kepala Desa Ketapang Slamet Kasihono dan sejumlah relawan di depan Hotel Santika. Selanjutnya, Amirudin naik bus menuju tempat asalnya di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Amirudin diamankan polisi karena telah berbohong. Dia jalan kaki dari Medan ke Banyuwangi untuk memenuhi nazar. Semula, pria tersebut tidak bisa berjalan selama enam bulan. Begitu sembuh, Amirudin memenuhi nazarnya jalan kaki dari Medan ke Banyuwangi untuk menemui ibunya di Desa Ketapang.

Ternyata, wanita yang disebut-sebut tersebut tidak ada di Ketapang. Sang ibu masih tetap tinggal di Medan. Kebohongan Amirudin ini memicu kemarahan banyak orang. Sebab, selama jalan kaki tersebut, dia mendapat simpati dan belas kasih masyarakat. Tak sedikit pula yang memberi sumbangan kepada Amirudin. Sampai-sampai uang yang ada di dalam tasnya senilai Rp 25 juta. Itu belum termasuk yang tersimpan di rekening. Total uang di tabungan mencapai Rp 49 juta.     

Sebelum naik bus di depan Hotel Santika, Amirudin mengenakan kacamata dan masker. Dia juga menenteng tas. Amirudin rencananya akan menempuh perjalanan darat selama lima hari hingga seminggu.

Kades Ketapang Slamet Kasihono mengatakan, Amirudin sengaja dipulangkan dengan berbagai pertimbangan, terutama menyangkut keselamatan jiwanya. Sebab, selama tiga malam tinggal di Desa Ketapang, ada banyak teror yang diterima Amirudin.    

Para netizen mengaku kesal dengan kelakuan pria yang sempat mengaku memiliki ibu kandung di Banyuwangi itu. ”Setiap malam delapan orang berjaga, khawatir diserbu. Saya akhirnya lega setelah Amirudin pulang,” ujar Slamet.

Ketika mengantar Amirudin, Slamet mengaku ditelepon keluarga pria asal Medan tersebut. Warga sudah menunggu kepulangan Amirudin karena dianggap mempermalukan keluarga besarnya dengan kebohongannya di berbagai media. Karena itu, Slamet berharap Amirudin bisa pulang dengan selamat.

”Tadi kita mintakan surat pengantar dari Dinas Sosial, kemungkinan Amirudin tidak pulang ke rumahnya. Kita tidak tahu ke mana, yang jelas jurusannya Medan. Kita sudah merawat sebaik mungkin selama di sini. Ke depan sudah bukan tanggung jawab kami,” ungkapnya.

Amiruddin saat diwawancarai Jawa Pos Radar Banyuwangi mengaku akan tetap pulang ke rumahnya. Dia tidak peduli dengan ancaman-ancaman yang diberikan berbagai pihak kepadanya. ”Tidak masalah, itu media saja yang membesar-besarkan. Tidak ada urusan dengan saya,” tandasnya.

(bw/fre/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia