Minggu, 17 Feb 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

53 Pejabat Dimutasi; Mujiono-Yayan Asisten, Taufik Digeser ke Genteng

27 Januari 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PENYEGARAN: (Depan dari kiri) Mujiono, Fraksiska, dan Bambang mengucapkan sumpah pada proses pelantikan pejabat Pemkab Banyuwangi di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Jumat (25/1).

PENYEGARAN: (Depan dari kiri) Mujiono, Fraksiska, dan Bambang mengucapkan sumpah pada proses pelantikan pejabat Pemkab Banyuwangi di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Jumat (25/1). (Sigit Hariyadi/RaBa)

BANYUWANGI – Gelombang mutasi menerpa jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Banyuwangi Jumat sore (25/1). Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 53 orang mengalami pergeseran jabatan pada awal tahun 2019 ini.

Tiga pejabat eselon 2 terkena mutasi kali ini. Iskandar Azis yang sebelumnya menempati posisi Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Banyuwangi, kini dipindahtugaskan sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

Setelah ditinggal Iskandar, jabatan Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra kini dipercayakan pada Suyanto Waspo Tondo Wicaksono. Pria yang karib disapa Yayan tersebut sebelumnya menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Selain Iskandar dan Yayan, pergeseran jabatan juga menimpa Mujiono. Pria yang sebelumnya menduduki jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang (PU-CKPR), tersebut kini ditempatkan sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Banyuwangi.

Yang menarik, meski Yayan dan Mujiono sudah ditempatkan sebagai pejabat definitif pada pos baru, keduanya masih dipercaya mengisi posisi yang ditinggalkan. Namun, kini keduanya berstatus sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Yayan dipercaya mengisi pos Plt Kepala Bappeda, sedangkan Mujiono menjabat Plt Kepala Dinas PU-CKPR.

Sementara itu, mutasi juga menimpa Taufik Hidayat. Sebelumnya Taufik menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan, berpindah tugas menjadi Direktur RSUD Genteng. Sedangkan mantan Direktur RSUD Genteng Indah Sri Lestari dipindahtugaskan sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes). Jabatan Direktur RSUD Blambangan kini diisi pejabat berstatus Plt, yakni dr Asiyah yang secara definitif menjabat Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan RSUD Blambangan.

Belum berhenti sampai di situ, mutasi besar-besaran terjadi di dua instansi yang menangani pendapatan dan pengelolaan aset daerah. Sembilan posisi di jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) ditempati pejabat baru, termasuk Sekretaris Bapenda yang kini diisi Luluk Khomsiyah. Selain itu, pergeseran tugas juga terjadi pada tujuh jabatan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, selain untuk penyegaran, mutasi kali ini juga dilakukan dalam rangka penguatan di sektor pelayanan publik, pendidikan, dan pendapatan. ”Beberapa sektor mulai diisi anak-anak muda. Harapan kami ke depan sektor pelayanan publik koordinasinya ke depan semakin bagus. Juga peningkatan kualitas di sektor pendidikan dan pendapatan daerah. Misalnya Sekretaris Bapenda diisi Bu Luluk, yang dahulu bertugas di BPKAD,” ujarnya.

Selain itu, mutasi juga dilakukan menyusul adanya struktur baru di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Salah satu bagian di Setda Banyuwangi, yakni Bagian Pembangunan, kini berganti nama menjadi Bagian Pengadaan Barang dan Jasa. Pos jabatan baru itu dipercayakan kepada Partana.

Anas menambahkan, pada mutasi kali ini pihaknya memberikan tugas dobel pada Yayan. Selain menjabat Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Yayan juga ditugaskan sebagai Plt Kepala Bappeda. ”Karena pekerjaan di Asisten Pembangunan dan Kesra banyak yang berkaitan dengan Bappeda, sehingga bisa lebih cepat. Di tengah keterbatasan SDM, kita lipat yang memang fungsi dan tugasnya berimpitan. Misalnya koordinasi tentang kemiskinan, langsung Bappeda dan Asossek kan merupakan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK),” jelasnya.

Begitu juga dengan Mujiono. Selain menjabat Asisten Administrasi Umum, dia juga ditugaskan sebagai Plt Kepala Dinas PU-CKPR. ”Ini dalam rangka kaderisasi. Supaya ke depan sistem pelaporan dan pertanggungjawabannya semakin bagus,” kata dia.

Masih menurut Anas, kaderisasi juga dilakukan di jajaran RSUD Blambangan. Posisi Direktur RSUD Blambangan yang ditinggalkan Taufik kini ditempati Plt. ”Pak dokter Taufik ini sudah lama menjabat Direktur RSUD Blambangan. Namun, karena ada prestasi yang diraih, kita pertimbangkan untuk ditempatkan di RSUD Genteng,” pungkasnya.

(bw/sgt/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia