Senin, 18 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Banjir di Alasmalang Ternyata Jadi Berkah Bagi Penambang Pasir

27 Januari 2019, 10: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PENAMBANG SEMRINGAH: Warga mengangkut pasir dari dasar Sungai Alasmalang melewati jembatan darurat yang mereka dirikan.

PENAMBANG SEMRINGAH: Warga mengangkut pasir dari dasar Sungai Alasmalang melewati jembatan darurat yang mereka dirikan. (Shulhan Hadi/RaBa)

Share this          

BLIMBINGSARI – Banjir bandang yang terjadi beberapa kali sejak Juni 2018 di aliran Sungai Badeng hingga ke arah hilir di Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, ternyata membawa berkah tersendiri bagi para penambang pasir.

Warga di kawasan Mertasari yang berbatasan antara Blibis, Patoman, dan Glondong, sejak saat itu menambang pasir. Sebelumnya, mereka hanya mencari batu.

Salah satu penambang, Made Widyantara, 23, mengungkapkan, aktivitas ini baru dia lakukan setelah ada banjir bandang tahun lalu. Sejak saat itu, setiap kali usai banjir, warga akan berbondong-bondong menambang pasir. ”Kalau terjadi hujan deras, besoknya warga langsung mencari pasir,” terangnya.

Saat ini, jumlah warga yang menambang pasir di lokasi ini cukup banyak. Mereka tergiur karena harga untuk satu truk mencapai Rp 500 ribu. Sedangkan jika dikerjakan dengan baik, jumlah sebanyak itu bisa diperoleh dalam sehari. ”Ini cukup banyak warga Patoman dan Glondong yang menambang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Fajar Suasana menyebutkan, saat ini aktivitas pantauan Sungai Badeng dan sungai-sungai yang berhulu di daerah Songgon masih sama. Kejadian banjir selalu ditandai hujan di daerah hulu, namun bukan berarti setiap hujan akan berakibat banjir dengan kandungan material batu dan pasir. ”Banjir selalu ditandai hujan di hulu. Dan itu tidak selalu membawa material,” jelasnya.

Terkait keberadaan aktivitas warga yang menambang di sungai, Fajar mengaku pihaknya belum mengetahui. Namun, jika melihat jarak dan model aktivitas mereka, dia memastikan kondisinya masih aman. Kendati demikian, dia sedikit mengkhawatirkan jika kegiatan itu tetap dilakukan saat kondisi cuaca hujan. ”Itu yang kita khawatirkan jika ada limpahan,” terangnya.

Selama ini, pantauan banjir di Sungai Badeng mengandalkan laporan prakiraan dari BMKG terkait intensitas hujan. Di samping itu, laporan juga dikumpulkan dari informan petugas BPBD yang ada di lapangan. khusus untuk pemantauan di lokasi penambangan, dia mengaku belum ada petugas. ”Belum ada, tapi kita monitor,” pungkasnya.

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia