Minggu, 17 Feb 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

342 Ribu Rokok Tanpa Cukai Dimusnahkan

27 Januari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BAKAR ROKOK: Forpimda Banyuwangi bersama Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi dan Kepala KPPBC Banyuwangi R Evy Suhartanto memusnahkan ratusan ribu batang rokok ilegal di halaman kantor KPPBC Banyuwangi, Jumat (25/1)

BAKAR ROKOK: Forpimda Banyuwangi bersama Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi dan Kepala KPPBC Banyuwangi R Evy Suhartanto memusnahkan ratusan ribu batang rokok ilegal di halaman kantor KPPBC Banyuwangi, Jumat (25/1) (Fredy Rizki/RaBa)

KALIPURO –  Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Banyuwangi, Jumat (25/1) memusnahkan 343.032 batang rokok ilegal dan 38 botol minuman keras ilegal. Barang-barang tersebut diperoleh dari sejumlah wilayah di Banyuwangi selama periode tahun 2018 sejak Desember 2017 hingga November 2018.

Jika dicermati, angka tersebut mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Karena jika dikurangi dari angka penangkapan rokok ilegal medio bulan Desember 2017 hingga Juni 2018 yang  mana pada saat itu berhasil diamankan 85.834 batang  rokok, maka pada periode Juli hingga Desember ada 257.648 rokok ilegal yang diamankan.

Kepala KPPBC Banyuwangi R Evy Suhartanto mengatakan, memang secara penangkapan ada kenaikan daripada periode sebelumnya. Namun hal tersebut menurutnya bukan indikasi yang baik. Sebab, jika semakin sedikit kasus rokok ilegal yang ditangani maka menunjukkan tingkat kepatuhan dari masyarakat. Meskipun dari sisi pengawasan sebenarnya ada peningkatan.

”Angkanya naik karena memang jangkauan kita semakin luas. Ke depan akan semakin kita tingkatkan untuk mengurangi beban kerugian negara,” tegas pria asal Madiun itu.

Dia menambahkan, dari tangkapan selama tahun 2018 yang dimusnahkan oleh KPPBC Banyuwangi tersebut, potensi kerugian negara mencapai sekitar Rp 114.915.720.

Untuk menekan potensi kerugian negara, tahun ini Evy menargetkan bisa semakin memperluas jangkauan pengawasan peredaran rokok-rokok ilegal. Beberapa wilayah di daerah Banyuwangi selatan menurutnya menjadi target untuk pengawasan tersebut. ”Kita belum tahu berapa perkiraan potensi kerugian untuk seluruh peredaran rokok ilegal yang ada di Banyuwangi. Tapi kita akan mencoba melakukan pengawasan lebih luas,” tegasnya.

Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi yang ikut dalam proses pemusnahan tersebut mengatakan, penindakan rokok ilegal yang dilakukan Bea Cukai Banyuwangi turut menambah daftar panjang penindakan secara nasional. ”Hingga November 2018, Bea Cukai pusat telah melakukan 15.752 penindakan dengan barang hasil penindakan mencapai Rp 11,283 miliar yang didominasi oleh penindakan rokok ilegal yang mencapai 4.997 kasus,” tegasnya.

(bw/fre/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia