Rabu, 18 Sep 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Features

Produk Fashion Kulit Reptil Banyuwangi Tembus Pasar Mancanegara

Pesanan dari Turki, Omzet Sebulan Tembus Rp 2 M

26 Januari 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TELATEN: Sejumlah pekerja mewarnai kulit ular untuk bahan baku tas, dompet, jaket, dan sepatu.

TELATEN: Sejumlah pekerja mewarnai kulit ular untuk bahan baku tas, dompet, jaket, dan sepatu. (Azis For RaBa)

Share this          

Demam Korea. Mulai K-Pop, drama, hingga gaya busana ala artis asal negeri gingseng, itu tengah digandrungi masyarakat. Termasuk di Banyuwangi. Sebaliknya, Muhammad Taufiq berhasil membuat warga Korea “gila” produk fashion asal Bumi Blambangan.

SIGIT HARIYADI, Banyuwangi

TAK dapat dimungkiri, bagi sebagian orang, menggunakan produk fashion brand luar negeri memberikan prestise tersendiri. Namun, bisa jadi sebenarnya produk fashion tersebut sebenarnya merupakan hasil karya anak-anak negeri.

Salah satu produsen produk fashion asal Banyuwangi berhasil berbicara banyak di kancah internasional. Dia adalah Muhammad Rofiq, 40, warga Desa Lemahbangdewo, Kecamatan Rogojampi.

Rofiq memproduksi berbagai jenis produk fashion berbahan dasar kulit ular, di antaranya tas, dompet, jaket, sepatu, dan lain-lain. Mayoritas hasil produksinya diserap pasar mancanegara. Mulai kawasan Asia hingga Eropa.

Awalnya Rofiq mendirikan usaha di Pulau Dewata, Bali. Usaha tersebut dia mulai pada tahun 2010 silam. Namun, sejak 2013, dia memindahkan lokasi usaha di Bumi Blambangan dengan nama UD Banyuwangi Leather.

Rofiq menuturkan, bahan baku kulit ular didapat dari Sumatera dan Kalimantan. Bahan baku tersebut selanjutnya diproses hingga menjadi bahan setengah jadi, yakni berupa lembaran-lembaran kulit yang siap dijahit. “Proses mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi memerlukan waktu sekitar 15 hari. Tergantung cuaca. Kalau cuaca sering mendung atau hujan, bisa lebih lama lagi. Setelah itu, bisa dikreasi menjadi tas, dompet, sepatu, jaket, dan lain-lain,” ujarnya.

Rofiq menyatakan seluruh bahan baku produknya bukanlah kulit satwa dilindungi. Dia pun mengklaim bisa membedakan kulit ular yang dilindungi dengan ular yang tidak dilindungi. “Cara membedakannya sangat mudah. Bisa dilihat dari motif kulitnya. Bisa dilihat dengan kasat mata,” kata ayah dua anak tersebut.

Rofiq menambahkan, produk hasil produksinya telah menembus pasar ekspor, mulai Korea Selatan, Turki, Rusia, Armenia, dan lain-lain. “Permintaan jaket dan sepatu yang paling besar datang dari Turki. Sedangkan tas paling banyak diekspor ke Korea,” tuturnya.

Yang menarik, Rofiq mengaku jika pesanan datang dari luar negeri, maka brand yang dipasang produk fashion tersebut tidak lagi menggunakan nama Banyuwangi Leather. “Karena brand produk ekspor itu sudah ditentukan pihak pemesan,” akunya.

Masih menurut Rofiq, harga jual produk yang dia hasilkan bervariasi, mulai Rp 300 ribu sampai jutaan rupiah per unit. Dompet misalnya, dia mematok harga mulai Rp 300 ribu sampai Rp 600 ribu. Sedangkan tas dijual di kisaran Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per unit. “Omzet per bulan di kisaran Rp 2 miliar,” akunya.

Sementara itu, produk fashion made in Rogojampi tersebut ternyata tidak hanya diminati masyarakat luar negeri. Salah satu unsur pimpinan daerah Banyuwangi, yakni Wakil Bupati (Wabup) Yusuf Widyatmoko juga tertarik menggunakan produk tersebut.

Wabup Yusuf mendatangi langsung sentra produksi produk fashion berbahan baku kulit ular tersebut Kamis siang (24/1). “Sangat bagus. Hasilnya halus. Ini kualitas ekspor,” kata dia.

Yusuf menuturkan, berdasar keterangan Rofiq, produk fashion hasil karya orang Banyuwangi itu telah menembus pasar Korea Selatan hingga Eropa. Pesanan di antaranya datang dari Kores sebanyak tiga ribu unit tas. “Saya juga senang produk hasil kerajinan Mas Rofiq. Saya pesan beberapa unit,” pungkasnya.

TEMBUS PASAR EKSPOR: Wabup Yusuf Widyatmoko saat mendatangi sentra produksi aneka produk fashion berbahan baku kulit ular di Rogojampi.

TEMBUS PASAR EKSPOR: Wabup Yusuf Widyatmoko saat mendatangi sentra produksi aneka produk fashion berbahan baku kulit ular di Rogojampi. (Azis For RaBa)

(bw/sgt/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia