Rabu, 22 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Baru Dipasang, Lampu Solar Cell di Jalur Ijen Raib Dicuri Maling

26 Januari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BANYAK YANG HILANG: Lampu LED bertenaga surya yang dipasang BKSDA banyak yang hilang setelah sepekan dipasang.

BANYAK YANG HILANG: Lampu LED bertenaga surya yang dipasang BKSDA banyak yang hilang setelah sepekan dipasang. (Fredy Rizki/RaBa)

BANYUWANGI – Belasan lampu LED bertenaga surya (solar cell) yang dipasang menuju Gunung Ijen banyak yang hilang. Dari  65 LED solar cell yang dipasang, 12 unit raib.

Kepala Resort Tempat Wisata Alam (TWA) Ijen, Sigit Hari Wibowo mengatakan, lampu tersebut dipasang di jalur pendakian sejak Selasa (15/1) pekan lalu. BKSDA Jatim berniat memasang lampu solar cell tersebut untuk memberikan kesan indah layaknya runway bandara sekaligus menunjukan jalur yang tepat bagi pendaki.

Karena selama ini masih banyak pendaki yang tidak membawa peralatan penerangan di malam hari. “Sebenarnya lampu LED ini tidak seterang senter, tapi cukup membantu bagi pendaki karena setidaknya bisa menunjukan jalan dan mengantisipasi supaya mereka tidak terperosok kea rah jurang,” jelas Sigit.

Apesnya, setelah empat hari dipasang Sigit mendapat laporan dari para penambang jika ada beberapa titik lampu LED solar cell yang hilang. Setelah diperiksa, rupanya ada 12 LED yang sudah tidak ada ditempatnya. Bahkan ada juga beberapa yang dirusakn karena dipaksa untuk dicabut dari tempatnya.

“Yang kita pasang ini 65 LED, jaraknya 10 meter dari setiap lampu. Jadi baru 600 meteran yang terpasang, belum sampai puncak. Nah, untuk mengamankan sudah kita akali dengan paralon, tapi masih  hilang juga,” tuturnya.

Padahal paralon yang dipasang untuk menutupi lampu LED seharga Rp 15 ribu per unit itu juga sudah cukup kuat.Terkait dugaan pelaku pencurian dan perusakan LED, Sigit  belum bisa menerka. Dia masih menanti perintah dari BKSDA Jatim apakah mau dilaporkan ke pihak kepolisian atau tidak. Yang jelas apapun yang terjadi lampu-lampu untuk menerangi jalan pendakian itu akan tetap dipasang hingga puncak. “Nanti kita akan modifikasi lagi sistem keamanannya. Sekaligus pengawasanya, agar tidak mudah diambil lagi,” tandasnya.

(bw/fre/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia