Rabu, 24 Apr 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Temui Empat Warga Yang Hidup Dipinggir Sungai

21 Januari 2019, 21: 24: 13 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

SAMBANGI RAKYAT: Michael Edy Hariyanto bersama Danang saat mengunjungi rumah warga Dusun Krajan Barat, Desa/Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi

SAMBANGI RAKYAT: Michael Edy Hariyanto bersama Danang saat mengunjungi rumah warga Dusun Krajan Barat, Desa/Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi (TOHA FOR JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI - Kemiskinan masih menjadi masalah serius bagi masyarakat Banyuwangi. Setidaknya pemandangan itu tampak dari keseharian hidup empat warga Dusun Krajan Barat, Desa/Kecamatan Singojuruh, yakni Sudartik, 45; Sumai, 80;, Rukayah, 70; dan Newi, 80. Ketiganya yang hidup bertetangga ini hidup serba kekurangann dan penuh keprihatinan.

Rumah yang berinding gedhek  sudah bisa dikatakan tidak layak huni. Lokasinya yang berdekatan dengan sungai semakin memperburuk kondisi ketiganya terutama saat air sungai sedang meluap. Hidup sebatang kara di usia senja tentu saja membutuhkan uluran tangan dan kepedulian semua pihak.  “Kalau hujan air sungai meluap rumah ini pasti kebajiran. Untungnya tidak sampai hanyut saja karena sudah tua sekali usia bangunannya,” ujar Newi.

Hidup dalam kekurangan, Sumai sangat mengandalkan jerih patah anak dan cucuknya. Diusia senja seperti saat ini, kondisi kesehatannya sudah mulai menurun dan mudah sakit.

KASIH SAYANG: A. Danny K, bersama Samsul Bahara dan Teddy Anugerariyanto memberikan satunan ke duafa dan yatim ke warga Desa Tampo

KASIH SAYANG: A. Danny K, bersama Samsul Bahara dan Teddy Anugerariyanto memberikan satunan ke duafa dan yatim ke warga Desa Tampo

Pemandangan itu kontan menarik perhatian Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edi Hariyanto. “Hidup dalam kemiskinan memang tidak enak. Saya pernah mengalami dulu,” tegasnya.

Kondisi yang dihadapi keempat warga Singorjuruh tersebut itulah yang membuat Michael berempati atas keadaan yang dialaminya. Dia pun ingin memberikan perubahan nyata atas nasib mereka. Salah satunya melalui jalur politik. Melalui perjuangan politik yang digaungkan Partai Demokrat, Michael bertekad melakukan perubahan nasib masyarakat Banyuwangi khususnya di Singojuruh.

Melalui jalur politik, perjuangan nasib masyarakat miskin dalam mencapai kesejahteraan bisa dicarikan solusinya. Hal inilah yang membuat Michael semakin yakin, bila dipercaya nanti menjadi wakil rakyat di pemilu legistaltif 17 April mendatang. Dia bertekad akan memperjuangkan taraf hidup masyarakat menjadi lebih baik lagi. “Saya berani bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat Singojuruh bila dipercaya nanti,” ujarnya.

Menurutnya sudah saatnya masyarakat cerdas dalam menentukan politiknya. Tidak ada partai politik yang jelek, yang ada hanya oknumnya saja yang khianat. Jangan mudah terpancing oleh iming iming uang Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu atau selebihnya.

 Sebab akan merugikan masyarakat itu sendiri karena sudah dianggap dibeli oleh politisi. Pilih politisi yang bersih, jujur, dan siap membawa perubahan kesejahteraan masyarakat.

Dan Partai Demokrat siap sebagai jembatan bagi masyarakat untuk mentas dari kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan hidup dimasa depan. Sebab saluran politik dan pilihan wakil rakyat yang cerdas bisa menjadi solusi atas permasalahan yang dialami rakyat. “Jangan salah pilih lagi. Dan saya siap menolong masyarakat Banyuwangi untuk lebih sejahtera di masa datang,” tekadnya. (*)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia