Minggu, 17 Feb 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Pemilu 2019 Pasang Target Satu Juta Pemilih

15 Januari 2019, 10: 25: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Pemilu 2019 Pasang Target Satu Juta Pemilih

BANYUWANGI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi memasang target tinggi pada Pemilu 2019. Tidak tanggung-tanggung, lembaga penyelenggara pemilu tingkat Banyuwangi tersebut menargetkan satu juta lebih warga menyalurkan hak pilihnya pada coblosan 17 April mendatang.

Sesuai dengan target KPU RI, KPU Banyuwangi menargetkan tingkat partisipasi pemilih pada pemilu tahun ini mencapai 77 persen. Jika dikalkulasi dengan jumlah warga yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPT-HP2) hasil penyempurnaan sebanyak 1.317.581 orang, maka target jumlah warga yang menyalurkan hak konstitusionalnya pada pesta demokrasi tahun ini mencapai 1.014.538 orang.

Komisioner KPU Jamaludin mengatakan, target partisipasi pemilih tersebut cukup berat dicapai. Sebab, dua pemilu terakhir, yakni Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018 dan Pemilihan Bupati (Pilbup) 2015, partisipasi pemilih tidak sampai 65 persen. Partisipasi pemilih pada Pilgub Jatim ”hanya” 64,74 persen, sedangkan pada Pilbup 2015, partisipasi pemilih malam lebih rendah lagi, yakni 59,2 persen.

Bahkan jika ditarik lebih jauh ke belakang, yakni Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 dan Pemilihan Presiden 2014, tingkat partisipasi pemilih juga tidak mencapai 75 persen. Rinciannya, jumlah pemilih yang menyalurkan hak pilihnya pada Pilpres 2014 sebesar 71,88 persen, sedangkan partisipasi pemilih pada Pileg 2014 berada di kisaran 65 persen.

Meski berat, imbuh Jamaludin, pihaknya optimistis target partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 tercapai. Sebab, imbuhnya, sosialisasi tidak hanya dilakukan jajaran KPU, tetapi juga oleh unsur partai politik (parpol) dan calon anggota legislatif (caleg). ”Untuk pemilihan anggota DPRD Banyuwangi saja, jumlah caleg kita mencapai 601 orang,” ujarnya.

Menurut Jamal, kalau tidak menyosialisasikan pemilu, maka caleg tersebut akan rugi. Karena untuk dapat merebut kursi DPRD, mereka tentu butuh dukungan masyarakat. ”Bagaimana masyarakat akan datang ke TPS dan mencoblos kalau mereka tidak ikut woro-woro,” kata dia.

Selain itu, pihaknya yakin partisipasi pemilih akan meningkat. Karena dari jumlah TPS, ada peningkatan signifikan dibandingkan pilgub. Pada pilgub lalu, jumlah TPS sebanyak 3.830 unit. Sedangkan pada Pemilu 2019 jumlah TPS mencapai 5.116 unit. Di masing-masing TPS akan ada anggota petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas. ”Tentu dengan jumlah penyelenggara (KPPS) yang semakin banyak, mereka juga akan menyosialisasikan Pemilu 2019. Sehingga jumlah masyarakat yang ter-cover sosialisasi semakin banyak pula,” tuturnya.

Selain itu, dengan semakin banyaknya jumlah TPS, maka cakupan tempat tinggal pemilih yang terdaftar di setiap TPS semakin sempit. Artinya, jarak antara tempat tinggal pemilih dengan TPS semakin dekat. ”Sehingga masyarakat semakin mudah menjangkau TPS. Terutama di daerah pinggiran,” pungkasnya. (*)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia