Minggu, 17 Feb 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Kesehatan

Diabetes dan Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Oleh: dr Fazria Nasriati SpPD*

15 Januari 2019, 06: 10: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Diabetes dan Bahaya yang Perlu Diwaspadai

SESEORANG yang dinyatakan sebagai pasien yang memiliki diabetes tak serta-merta membuat pasien drop mentalnya. Diabetes memang terdengar biasa saja, bahkan tak menakutkan buat sebagian orang. Padahal, diabetes menyebabkan kematian ketika sudah komplikasi.

Diabetes (kencing manis) adalah kelainan regulasi gula darah dalam tubuh yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Diabetes itu sendiri disebabkan karena adanya kerusakan sel beta pankreas (kelenjar ludah perut), di mana fungsi dari sel beta pankreas adalah menghasilkan hormon insulin. Diabetes dibagi menjadi dua, yaitu pertama, diabetes karena kekurangan hormon insulin. Kedua, diabetes yang hormon insulinnya ada tapi hanya cukup untuk tubuh saja, sedangkan sel dalam tubuh tidak bisa memakai.

Meskipun kebanyakan pasien diabetes nyaris tidak mengalami keluhan, namun sejatinya ada beberapa gejala klasik yang sering dialami seperti sering kencing, mudah lapar, mudah haus, penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya, sering merasakan kesemutan, dan sampai timbulnya luka.

Apabila Anda merasakan salah satu dari gejala tersebut, maka tidak ada salahnya Anda melakukan pemeriksaan gula darah di fasilitas pelayanan kesehatan. Pertama, yakni dengan melakukan pemeriksaan gula darah puasa yaitu melakukan puasa sebelum pemeriksaan darah dilakukan minimal 8 jam. Kedua, pemeriksaan gula darah puasa dua jam setelah pasien diberikan beban glukosa atau beban gula khusus 75gram dicampur air 200cc. Pasien dinyatakan diabetes, apabila hasil pemeriksaannya lebih dari 200.

Ada beberapa komplikasi penyakit diabetes, yakni penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, amputasi, kebutaan, disfungsi ereksi, depresi, dan gangguan saraf. Penyandang diabetes punya risiko terkena serangan jantung dan stroke dua kali lipat dibanding yang nondiabetes. Penyakit jantung dan stroke merupakan komplikasi diabetes yang paling banyak menimbulkan kematian.

Cara pengobatan bagi pasien diabetes yaitu yang pertama dengan melakukan modifikasi gaya hidup (pola makan bergizi, aktivitas/olahraga, menghindari stres). Apabila gula darah tetap tidak turun, maka diberikan obat-obatan.

Di Polikinik Penyakit Dalam RSUD Blambangan, hampir sebagian besar pasien datang sudah menderita  diabetes dengan komplikasi. Maka, langkah pertama yang biasa dilakukan yakni dengan memberikan terapi pemberian obat tablet lalu insulin. Dilanjutkan dengan mengevaluasi pemberian obat tablet sampai dengan 3 kali. Apabila tidak mengalami penurunan kadar gula dalam tubuh, maka terapi berikutnya yakni dengan melakukan suntikan insulin.(*)

*) Dokter Poli Penyakit Dalam, RSUD Blambangan, Banyuwangi.

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia