Rabu, 13 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Wartawan dan Kapolres Banyuwangi Ajak Netizen Bijak Bermedsos

12 Januari 2019, 19: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TOLAK HOAX: Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melakukan audiensi bersama Kapolres AKBP Taufik HZ, Kamis (10/1).

TOLAK HOAX: Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melakukan audiensi bersama Kapolres AKBP Taufik HZ, Kamis (10/1). (IGO For RaBa)

Share this          

BANYUWANGI – Perkembangan teknologi informasi menjadikan akses informasi kian mudah diperoleh. Cepatnya arus kemajuan teknologi digital yang makin sulit dibendung menjadi perhatian kepolisian untuk menyosialisasikan anti hoax dan bijak dalam bermedia sosial (medsos).

Memasuki era disruptif digital saat ini, semua orang harus lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial. Khususnya dalam kaitan penyampaian informasi. Sebab, tidak semua informasi yang diterima merupakan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, masyarakat harus bijak dalam menggunakan media sosial sebagai sarana berinteraksi dan berkomunikasi. ”Media sosial merupakan sarana bersosialisasi. Jangan menjadi ajang untuk menebar kebencian, saling caci maki, dan sebagainya,” ungkap Taufik usai audiensi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi, Kamis (10/1).

Kata bijak ini, lanjut Taufik, artinya saat menerima informasi harus sharing dan mengecek kebenaran informasi tersebut dan tidak mudah menyebar atau share. ”Upload yang penting jangan yang penting upload. Apalagi saat ini sudah ada ketentuan undang-undang yang mengatur informasi palsu atau hoax,” jelasnya.

Di era disruptif seperti saat ini ada pepatah jarimu adalah harimaumu. Sehingga, setiap orang harus berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial. Segala informasi yang masuk harus dicerna dengan baik. Benar atau tidaknya memerlukan klarifikasi dan sebagainya.

Audiensi PWI Banyuwangi dengan Kapolres berlangsung gayeng. Pada kesempatan itu, awak media yang tergabung dalam PWI sepakat mendukung aparat kepolisian untuk memerangi berita hoax. Terutama menjelang pelaksanaan pemilu yang sudah semakin dekat.

Ketua PWI Banyuwangi Syaifuddin Mahmud mengatakan, audiensi tersebut merupakan rangkaian agenda kerja PWI Banyuwangi dalam bentuk road show kepada Forum Pimpinan Daerah. ”Audiensi ini kita lakukan sebagai bentuk koordinasi dengan narasumber sebagai mitra dalam pemberitaan,” ujar Pimred Jawa Pos Radar Banyuwangi ini.

Selain Polres Banyuwangi, PWI juga telah mengagendakan audiensi dengan Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Kodim 0825, Lanal Banyuwangi, pimpinan DPRD, dan juga Bupati Banyuwangi. ”Misi kita tak lain untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah menjelang pemilu dan menangkal berita hoax dan bijak dalam bermedia sosial,” tandasnya.

(bw/ddy/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia