Jumat, 19 Jul 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

Pastikan Tak Ikut Porprov, KONI Banyuwangi Tetap Bantu Cabor yang Ikut

12 Januari 2019, 07: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TUNGGU KEPASTIAN: Pengurus KONI berdiskusi dengan beberapa cabor yang berencana memberangkatkan atletnya di Porprov Jatim 2019 mendatang.

TUNGGU KEPASTIAN: Pengurus KONI berdiskusi dengan beberapa cabor yang berencana memberangkatkan atletnya di Porprov Jatim 2019 mendatang. (Fredy Rizki/RaBa)

Share this          

BANYUWANGI – Meski sudah memastikan tidak ikut andil dalam multievent Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2019, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi tetap memberikan kesempatan bagi cabang olahraga (cabor) yang tetap berniat untuk memberangkatkan atletnya untuk bertanding di Porprov Jatim, Juli mendatang. KONI akan tetap membantu pendaftaran online cabor sekaligus mencarikan jaringan penginapan untuk cabor.

Sekretaris KONI Banyuwangi Mukayin mengatakan, KONI memberi batas waktu selambat-lambatnya Selasa (15/1) kepada cabor yang berniat untuk memberangkatkan atletnya ke salah satu dari empat kota yang menjadi tuan rumah Porprov 2019. ”Kita butuh kepastian, terutama untuk mengatur penginapan. Karena kalau mepet, cabor bisa tidak kebagian penginapan ketika bertanding nanti,” jelas bapak tiga anak itu.

Dia juga mengatakan, keputusan KONI untuk tidak memberangkatkan diri ke Porprov tidak ditafsirkan sebagai langkah boikot. Karena kenyataannya KONI tetap mempersilakan cabor untuk memberangkatkan atletnya di Porprov. Hanya saja, KONI tidak bisa jika harus menjadi koordinator seperti edisi Porprov sebelumnya. Mengingat anggaran yang diterima KONI tahun ini menurutnya tidak cukup untuk mencakup kebutuhan pembinaan, persiapan Porprov, hingga Pemberangkatan Porprov nanti.

Menurut Mukayin, poin lain yang paling penting dalam Porprov salah satunya adalah reward untuk atlet. Jika mengacu Porprov V yang dilangsungkan di Banyuwangi tahun 2015 lalu, setiap atlet yang memperoleh emas mendapatkan reward sebesar Rp 15 juta. ”Kita sudah mem-plotting anggaran seluruhnya untuk pembinaan. Jika harus dibagi untuk persiapan Porprov, pemberangkatan, dan reward tentunya sangat berat. Pengajuan kita saja Rp 9 miliar, dengan pos anggaran untuk pembinaan dan Porprov terpisah. Sedangkan tahun ini yang disetujui hanya Rp 2,75 miliar,” papar Mukayin.

Sementara itu pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, beberapa cabor seperti gulat, silat, selam, dan panahan tetap menyiapkan atlet mereka untuk turun di Porprov VI nanti. Ketua PGSI Banyuwangi Eko Budi mengaku akan tetap mengupayakan pemberangkatan atletnya. Meskipun nanti kuantitas atlet yang dikirim tidak sebanyak pada edisi tahun lalu. ”Kita cari cara supaya tetap berangkat. Kasihan anak-anak sudah berlatih keras,” ujar pria asal Muncar itu.

Namun, nada pesimistis juga sempat terlontar dari Ketua PABBSI Banyuwangi Beni Hiar. Melihat pos anggaran yang diterimanya tahun ini jatuh hingga sepertiga dari tahun lalu, Beni mengaku memilih tidak memberangkatkan atletnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia