Senin, 27 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

Atlet dari Madrasah Ibtidaiyah Bisa Ikut Seleksi O2SN

12 Januari 2019, 06: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

ANDALAN: Kids Atletik kembali masuk cabor di O2SN tahun ini.

ANDALAN: Kids Atletik kembali masuk cabor di O2SN tahun ini. (Fredy Rizki/RaBa)

BANYUWANGI – Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di tingkat kabupaten yang akan digelar di Banyuwangi pada 26 Februari 2109 mendatang, tampaknya cukup menarik minat sekolah. Tak hanya jajaran sekolah dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) pun menanti informasi untuk bisa ikut andil di event tersebut.

Indah, salah seorang kepala MI di Kecamatan Purwoharjo salah satunya. Dia mengatakan, madrasah yang dipimpinnya tengah menunggu kepastian terkait teknis pelaksanaan event O2SN.

Indah mengaku memiliki beberapa siswa yang cukup potensial di bidang olahraga. Karena itu, dia berharap bisa memiliki kesempatan yang sama seperti SD umum untuk menurunkan siswanya di ajang O2SN. ”Kita menunggu juknis (petunjuk teknis)-nya bagaimana. Kita harap, MI bisa memperoleh kesempatan yang sama terkait event ini. Apalagi kita juga harus mengikuti seleksi di tingkat kecamatan dulu,” ujarnya.

Ketua Ikatan Guru Olahraga (IGORA) SD Banyuwangi Pujo Waluyo menjelaskan, terkait O2SN juknisnya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.     Baik SD maupun MI, kata Pujo, memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti event ini. Karena itu, IGORA mempersilakan perwakilan MI yang hendak mendaftarkan atletnya untuk berpartisipasi di O2SN.

”Kami baru rapat TM (technical meeting) Kamis pagi (10/1), dengan guru olahraga dan perwakilan sekolah, termasuk dinas pendidikan. Intinya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. MI bisa langsung berkoordinasi dengan Satkorwildik di masing-masing kecamatan untuk mempersiapkan seleksi,” terang guru SDN 1 Kalipuro itu.

Tahun ini, pelaksanaan O2SN di tingkat Kabupaten Banyuwangi sendiri, kata Pujo, memiliki beberapa penyesuaian. Salah satunya cabang olahraga yang dipertandingkan ditambah. Tahun lalu hanya ada 11 cabang olahraga meliputi  kids atletik, bulu tangkis, renang, karate, pencak silat, senam (artistik dan ritmik), tenis meja, catur, sepak takraw, tenis lapangan, dan bola voli. Sedangkan tahun ini, ada 13 cabor dengan tambahan panahan dan selam. 

Tak hanya itu, kuota untuk atlet di tiap kecamatan pun saat ini ditambah. Jika tahun lalu hanya dua atlet untuk masing-masing cabor di tiap kecamatan. Tahun ini jumlahnya lebih bervariasi dan lebih banyak. Seperti kids atletik, untuk cabor ini saja tiap kecamatan bisa mengeluarkan maksimal 22 atlet.

Kemudian renang, disediakan kuota 16 atlet per kecamatan. Dengan rincian 8 atlet putra dan 8 atlet putri. ”Tahun ini memang cabornya kita perbanyak, kuota tiap kecamatan juga ditambah. Ini semata-mata untuk memberi kesempatan kepada atlet di usia SD untuk bertanding. Karena ajang POR SD yang biasa digelar dua tahunan saat ini digelar empat tahunan, terlalu panjang untuk siswa SD,” paparnya.

Karena itu, kata Pujo, O2SN Kabupaten kali ini, Dinas Pendidikan juga memberikan keleluasaan kepada siswa kelas 6 yang memang ingin bertanding untuk ikut berpartisipasi. Dengan syarat sudah benar-benar mendapatkan izin dari sekolah untuk ikut berpartisipasi. ”Maksimal memang digelar untuk siswa kelas 5, tapi di beberapa cabor siswa kelas 6 kita perkenankan turun. Dengan syarat sudah mendapat izin dari sekolah dan dilampiri nilai rapor untuk pendaftaran,” tandasnya.

(bw/fre/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia