Rabu, 26 Jun 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Features

Kisah Daeren Okta Ragilio, YouTuber Cilik Sukses Gaet Jutaan Viewer

Ngelabur Langit Ditonton Lebih 3,7 Juta Kali

11 Januari 2019, 16: 37: 41 WIB | editor : Ali Sodiqin

GUNCANG MEDSOS: Daeren (dua dari kanan) didampingi Muhtadin alias Theplex saat berada di pressroom kantor DPRD Banyuwangi.

GUNCANG MEDSOS: Daeren (dua dari kanan) didampingi Muhtadin alias Theplex saat berada di pressroom kantor DPRD Banyuwangi. (Sigit Hariyadi/RaBa)

Share this          

Jagat medsos Banyuwangi berguncang. Tenang, pemicunya bukan kabar miring artis. Bukan pula hoax atau berita bohong. Ini tentang suara emas Daeren Okta Ragilio yang membuat ”jamaah” YouTube keranjingan.

SIGIT HARIYADI, Banyuwangi

”SUARANE rek beninge. Ya Allah, merinding kerungu suoromu dex” begitu kata pengguna YouTube dengan akun Wiwienanikacoliz12 mengomentari cover lagu berjudul Ngelabur Langit yang dilantunkan Daeren Okta Ragilio. Sejak pertama diunggah pada 22 Agustus 2018, video cover lagu Ngelabur Langit ini dikomentari sebanyak 2.235 kali pada pukul 12.30 Kamis (10/1).

Selain akun Wiwienanikacoliz12, komentar juga datang dari icha biebz1. ”Magetan hadir,” tulisnya pada Rabu lalu (9/1).

Video cover lagu Banyuwangian ini juga mendapat like 25 ribu dari pengguna YouTube. Sedangkan hingga periode yang sama, video cover lagu ciptaan Koming, tersebut sudah ditonton lebih dari 3,7 juta kali, tepatnya 3.717.402 kali.

Selain lagu Banyuwangi, Daeren juga meng-cover lagu berjudul Selamat Tinggal Penderitaan. Lagu yang dipopulerkan grup band asal Negeri Jiran, Malaysia, yakni Iklim, ini diunggah ke YouTube pada 4 Januari dan hingga pukul 12.30 Kamis (10/1) telah ditonton sebanyak 9.325 kali.

Bukan hanya dua lagu tersebut, video Daeren yang telah diunggah ke YouTube jumlahnya mencapai seratus lebih. Mayoritas lagu Banyuwangian. Banyak pula di antara lagu tersebut yang telah ditonton lebih jutaan kali. Misalnya lagu berjudul Saben Malam Jumat yang telah ditonton sebanyak 3,19 juta dan Ayah Ku Kirimkan Doa dengan 2,94 juta viewer.

Wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi sempat mendengarkan langsung saat Daeren melantunkan lagu berjudul Impen-impenen pekan lalu (3/1). Kala itu, Daeren menyanyi secara live saat bertemu awak media di pressroom kantor DPRD Banyuwangi. Tanpa mikrofon, juga tanpa mixer. ”Mulo enak suarane riko, Lek (memang enak suara kamu, Nak, Red),” celetuk Bintoro, salah satu jurnalis.

Usia Daeren kini baru 13 tahun. Sebelum tenar di jagat maya, bungsu delapan bersaudara putra pasangan Askuri dan Nur Hariyani, ini mulai gemar bernyanyi sejak kelas 3 SD.

Setahun berselang, yakni saat dia duduk di kelas 4 SD, order manggung mulai datang. Kali pertama, dia mendapat job mengisi acara hajatan warga di wilayah Kecamatan Muncar. ”Saya lupa berapa honornya. Karena dipegang Bapak,” kata siswa kelas 1 SMPN 3 Rogojampi tersebut.

Singkat cerita, paman Daeren, Muhtadin alias Theplex, 35, mulai mengunggah video Daeren ke media sosial YouTube saat bocah tersebut menginjak kelas 5 SD. ”Ibunya selalu mendorong saya untuk membuatkan video dan mengunggah di YouTube,” aku pria yang merangkap manager Daeren tersebut.

Muhtadin menuturkan, lagu pertama yang diunggah ke YouTube adalah cover lagu milik Asep Irama berjudul Kembalikan Dia. ”Lagu saya yang pilih atas request dari teman-teman Daeren. Kebetulan kualitas suaranya cocok,” ungkap pria yang juga gitaris.

Sementara itu, sejak viral di YouTube, order manggung Daeren semakin meroket. Paling sedikit sepuluh kali dalam sebulan. Daeren menambahkan, meski order manggung cukup banyak, dirinya tetap memprioritaskan sekolah. Karena itu, saat ujian sekolah, dirinya membatasi jadwal manggung. ”Karena saya harus belajar,” pungkasnya.

(bw/sgt/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia