Jumat, 22 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Hati-Hati, Ada Potensi Longsor Susulan di Selogiri

08 Januari 2019, 08: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

AKIBAT HUJAN DERAS: Batu besar masih menutup jalan utama menuju Perkebunan Selogiri. Warga bergotong royong menyingkirkan batu besar tersebut.

AKIBAT HUJAN DERAS: Batu besar masih menutup jalan utama menuju Perkebunan Selogiri. Warga bergotong royong menyingkirkan batu besar tersebut. (Benny For RaBa)

Share this          

KALIPURO  – Puluhan warga Perkebunan Kaliselogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro bahu-membahu membuat akses jalan baru, kemarin. Kerja bakti itu dilakukan pasca longsor yang menutup jalan utama, Kamis lalu (3/1).

Akses jalan baru tersebut relatif cukup jauh dibanding ruas akses jalan yang tertimpa material longsor. Pertimbangan pembuatan akses jalan baru itu demi kenyamanan dan keselamatan warga mengingat pada titik lokasi terjadi longsor masih ada tersisa batu pada yang retak yang berada di perbukitan. ”Dari pada bahaya mengancam keselamatan warga kami putuskan membuka akses jalan baru,” ungkap Manajer Perkebunan Kaliselogiri, Benny Hendricrianto.

Benny menjelaskan, tanah longsor terjadi di wilayah Kebun Kaliselogiri pada Kamis (3/1). Lokasi longsor merupakan tebing di kawasan Perhutani yang jatuh ke jalan di area perkebunan Kaliselogiri. Material longsor menutup jalan utama menuju kawasan pemukiman warga afdeling Tetelan dan Alas Gedang.

Karena akses jalan terputus, ratusan warga yang tinggal di Afdeling Tetelan dan Alas Gedang juga sempat terisolasi. Begitu mengetahui adanya tanah longsor, pihak perkebunan langsung melakukan pembersihan material longsor yang menutupi seluruh badan jalan. “Seluruh asisten, mandor, karyawan, keamanan maupun warga semua kami kerahkan untuk bersama-sama membersihkan material longsoran,” jelasnya.

Untuk mempercepat pelaksanaan pembersihan material longsor petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Forpimka Kalipuro, dan Kepala Desa juga datang membantu proses pembersihan jalan yang tertimbun material longsor.

Setelah dilakukan pembersihan pada pagi hari, ternyata pada Kamis siang (3/1) juga kembali terjadi longsor susulan. Dia kembali mengerahkan seluruh karyawan untuk melakukan pembersihan jalan. Bahkan, pembersihan material longsoran susulan itu juga berlangsung hingga menjelang malam. Material longsoran yang menutupi badan jalan merupakan jenis tanah padas.

Dari pantuan yang dilakukan di sekitar lokasi longsor, lanjut Benny, dia melihat ada potensi longsor susulan kembali terjadi. Karena masih ada batu padas besar ditebing yang tertahan pohon dan sewaktu-waktu bisa kembali longsor.

Apalagi, saat ini cuaca juga masih terus diguyur hujan. Sebagai langkah antisipasi, untuk jalan ke Alasgendang dan Tetelan ditutup sementara dan dialihkan ke jalur alternatif dengan membuat akses jalan baru. “Sudah kami berikan papan larangan agar tidak melintas karena berbahaya,” terangnya.

Jalur alternatif yang baru, kata Benny, memang sudah ada sebelumnya. Hanya,  agak muter dan lumayan lebih jauh. Jalan alternatif ini kemudian dibenahi agar bisa digunakan dengan lancar dan aman oleh warga, khususnya anak-anak yang bersekolah. Baik itu yang diluar maupun di dalam kebun. “Sampai tadi pagi (kemarin pagi) warga masih terus gotong royong membuat akses jalan baru ini,” terangnya.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Fajar Swasana membenarkan adanya peristiwa longsor tersebut. Pihaknya juga sudah datang ke lokasi kejadian dan melakukan langkah-langkah bersama stake holder dan warga setempat. “Ada dua Rukun warga (RW) yang sempat terisolir, tapi sudah tertangani,” cetusnya.

Untuk jangka panjang perbaikan jalur yang terkenang longsor masih sangat membahayakan keselamatan warga. Karena masihada batu padas berukuran besar yang berada di atas bukit dan rawan longsor. Oleh karena itu, ruas jalan tersebut untuk sementara ditutup dan dialihkan ke jalur alternatif yang baru.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya dan Penataan Ruang agar mengerahkan alat berat di lokasi tersebut untuk dilakukan pembersihan dan evakuasi batu pada yang berada di perbukitan tersebut. “Tim Dinas PU sudah cek lokasi, semoga segera ada solusi untuk penanganan di lokasi tersebut. Tapi, sementara ini aktivitas warga sudah lancar dan tidak terganggu karena ada jalur alternatif meskipun agar jauh,” tandasnya.

Camat Kalipuro Hendri Suhartono membenarkan ada kejadian longsor di Perkebunan Kaliselogiri. Menurut Hendri, tanah longsor tersebut tidak sampai mengakibatkan warga terisolasi karena lokasinya jauh dari permukiman warga. ”Masih ada jalan lain kok selain jalan utama. Kita sudah cek ke lokasi, tidak ada yang terisolasi,’’ tegas Hendri dihubungi tadi malam.

Seperti diketahui, sekitar 500 kepala keluarga di area perkampungan Tetelan dan Alas Gedang di Dusun Selogiri, Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro terisolir, Kamis lalu (3/1). Penyebabnya, jalan menuju perkebunan tersebut tertutup material dari tebing yang longsor setelah diguyur hujan cukup deras.

Praktis, akses jalan total tidak bisa di lewati karena material longsoran yang hampir seluruhnya bebatuan berukuran besar bercampur lumpur,  menutup seluruh bagian jalan sepanjang 15 meter.  Sementara ketinggiam tebing mencapai 14 meter yang merupakan perbukitan batu dan tidak ada tanaman penguatnya.

(bw/ddy/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia