Minggu, 16 Jun 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Sembako

Wah, Warga Gitik Pesta Tahu Gratis Tiap Malam Minggu

08 Januari 2019, 15: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

GRATIS: Pengunjung menikmati tahu yang disediakan secara gratis di salah satu lapak yang ada di Kampung Tahu.

GRATIS: Pengunjung menikmati tahu yang disediakan secara gratis di salah satu lapak yang ada di Kampung Tahu. (Shulhan Hadi/RaBa)

ROGOJAMPI – Ribuan warga tumplek blek memenuhi jalanan di Kampung Tahu, Dusun Timurejo, Desa Gitik, Rogojampi, Sabtu malam (5/1). Berbagai olahan berbahan dasar tahu disediakan di lokasi ini. Mulai dari es, brownis, hingga olahan gorengan. Sejumlah makanan tersebut dijual dan sebagian disediakan secara gratis.

Salah satu penyedia tahu gratis, Maulida, 20, bersama teman-temannya dia menyediakan tahu gratis. Setiap pengunjung yang berkenan akan diberi tahu yang sudah dikasih saus kacang. ‘’Ini gratis. Siapa saja boleh menikmati,” ucapnya.

Menurutnya, dia sengaja menyediakan tahu gratis untuk mempromosikan produk lainnya, seperti sembako yang dijual. Tidak tanggung-tanggung, malam itu mereka menyiapkan sekurangnya 50 ribu biji tahu.  ‘’Ini kami sambil jual dagangan,” ucap mahasiswi Untag Banyuwangi ini.

Iwan wasito, salah satu penggagas acara menyebutkan, pasar malam dengan konsep kampung tahu ini sengaja mereka gelar untuk menunjukkan tahu sebagai sentra produksi warga. Dia mengungkapkan, sejak tahun 1970 di Desa Gitik sudah ada sentra pembuatan tahu dan dikerjakan secara turun temurun hingga sekarang. Jika tidak dikembangkan terus menerus, dikhawatirkan generasi muda tidak lagi tertarik dengan produksi turun temurun ini. ‘’Produksi tahu di sini luar biasa,” terang pemuda yang juga Ketua Rengit ini.

Rencananya, acara ini akan dilakukan secara berkala dan ke depan mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa hingga kabupaten. ‘’Harapan mendapat dukungan hingga Banyuwangi Festival,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gitik, Hamzah menyebutkan, kampung tahu ini sebagai bentuk promosi bahwa produksi tahu di Gitik sudah ada.  Bahkan, saat ini produsen tahu di desanya terus meningkat. Tercatat ada 20 sentra pembuat tahu yang berproduksi hingga saat ini. Di samping itu, dibandingkan tahu produk daerah lain, tahu Gitik diolah tanpa campuran. ‘’Olahan murni. Tidak ada campuran kimia,” terangnya.

Camat Rogojampi Nanik Machrufi menyebutkan, upaya yang dilakukan anak muda ini sangat bagus. Terlebih, saat ini sejumlah desa di Rogojampi memiliki ciri khas. Dai berharap desa lainnya bisa  mengikuti langkah pemuda di Gitik. Mengingat potensi desa di Kecamatan Rogojampi cukup besar. Salah satunya karena dekat dengan Bandara Banyuwangi. ‘’Kita ini penyangga bandara, harus kreatif,” terangnya.

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia