Senin, 18 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

LP Ma’arif Malang Ingin Banyuwangi Cerdas Diterapkan di Malang

08 Januari 2019, 18: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

INOVASI: Bupati Anas menyampaikan sambutan di hadapan para pengurus LP Ma’arif NU Kota Malang di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (5/1).

INOVASI: Bupati Anas menyampaikan sambutan di hadapan para pengurus LP Ma’arif NU Kota Malang di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (5/1). (Shulhan Hadi/RaBa)

Share this          

BANYUWANGI – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang berharap pemerintah kota (pemkot) setempat meniru program-program inovatif bidang pendidikan ala Pemkab Banyuwangi. Program Banyuwangi Cerdas, misalnya, telah terbukti mampu mengantarkan anak-anak miskin berprestasi mengenyam pendidikan tinggi hingga menjadi sarjana.

Sebanyak 105 pengurus dan para kepala sekolah (kasek) di lingkungan LP Ma’arif NU Kota Malang berkunjung ke Banyuwangi, Sabtu (5/1). Mereka datang untuk belajar dan melihat langsung program-program bidang pendidikan yang dijalankan Pemkab Banyuwangi.

Rombongan diterima Bupati Abdullah Azwar Anas di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Pada kesempatan ini, Anas membeber berbagai program pemkab, misalnya program Banyuwangi Cerdas. ”Lewat Banyuwangi Cerdas, anak-anak cerdas yang berasal dari keluarga kurang mampu mendapat beasiswa hingga lulus Sarjana Strata Satu (S-1). Setelah lulus, mereka dikontrak menjadi pengajar dan ditempatkan di sekolah-sekolah terpencil. Namanya program Banyuwangi Mengajar,” ujarnya.

Selama mengikuti program Banyuwangi Mengajar, kata Anas, para lulusan program Banyuwangi Cerdas itu tinggal di sekitar sekolah tempat mereka mengajar. ”Jadi, sore atau malam, mereka memberi treatment tambahan. Ada yang memberi bimbingan belajar, ada yang mengajar ngaji, dan lain sebagainya,” kata dia.

Anas menambahkan, Pemkab Banyuwangi juga menjalankan program pemberian uang saku untuk siswa yang berasal dari keluarga miskin. Syaratnya, orang tua siswa tersebut tidak merokok. ”Uang saku ini diberikan karena meskipun sekolah itu gratis, namun anak-anak enggan sekolah karena tidak punya uang saku, tidak punya ongkos untuk pergi ke sekolah, atau minder karena tidak punya seragam,” kata dia.

Bukan itu saja, pemkab juga memiliki program Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh). Para guru, kepala sekolah, dan jajaran Dinas Pendidikan (Dispendik) intens memantau anak yang berpotensi putus sekolah. selain itu, masyarakat yang mengetahui ada anak putus sekolah juga bisa langsung melapor ke sekolah terdekat. Dalam tempo empat jam, laporan itu harus sudah tertangani.

Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU Kota Malang M. Sulton mengaku sengaja datang untuk menggali inspirasi di Banyuwangi. ”Kami datang ingin tahu secara langsung program-program Bupati Anas yang berlatar belakang NU ini bisa mewarnai tingkat nasional hingga internasional,” tuturnya.

Sulton menuturkan, program-program ala Pemkab Banyuwangi sangat layak ditiru dan diimplementasikan di Kota Malang. Bahkan, dia mengaku program Beasiswa Banyuwangi Cerdas menjadi prioritas untuk ditiru di Kota Apel tersebut. ”Begitu kembali ke Malang kami akan sampaikan aspirasi ini ke Wali Kota Malang,” akunya.

Sementara itu, Sekretaris Dispendik Banyuwangi Dwi Yanto yang kemarin mendampingi jajaran LP Ma’arif Kota Malang mengaku senang bisa ”menularkan” inovasi-inovasi bidang pendidikan kepada daerah lain. ”Kami tidak khawatir program kita ditiru sehingga kita sendiri kalah bersaing. Yang paling penting anak-anak kurang mampu bisa bersekolah sehingga mata rantai kemiskinan bisa diputus. Toh, kami di Dispendik dan Pemkab Banyuwangi juga terus menyiapkan inovasi-inovasi baru,” pungkasnya.

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia