Jumat, 22 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Tidak Ada Pengurangan Target di Perubahan RPJMD

07 Januari 2019, 16: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Dadang Wigiarto, Bupati Situbondo

Dadang Wigiarto, Bupati Situbondo (Habibul Adnan/RaBa)

Share this          

SITUBONDO - Anggapan sebagian orang yang menilai bahwa perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai bentuk ketidakmampuan Pemkab Situbondo memenuhi target, dibantah Bupati Dadang Wigiarto. Sebab, sebenarnya tidak ada pengurangan target pada perubahan tersebut.

Bupati Dadang menyampaikan, perubahan RPJMD di tengah masa pemerintahannya, bukan untuk mempermudah pertanggungjawabannya sebagai kepala daerah. ”Perubahan ini merupakan model penyesuaian teknokrasi pemerintahan agar lebih bagus lagi,” jelas mantan pengacara ini.

Dari perubahan tersebut, tambahnya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan lebih mudah menerjemahkan visi-misi kepala daerah. Sehingga masing-masing OPD fokus mengerjakan capaian itu. ”Kalau ini bisa dilakukan, IKU (Indikator Kinerja Utama) tercapai dengan baik,” imbuh bupati dua periode itu.

Menurutnya, alasan pengurangan target tersebut berkaitan dengan persoalan global yang mengharuskan kondisi itu. Dadang menyebutkan tentang perubahan ekonomi. ”Diturunkan bukan karena persoalan daerah. Cuma anggapan banyak orang, termasuk DPRD, perubahan RPMJD dibuat agar pertanggungjawaban bupati lebih mudah. Sebenarnya bukan begitu,” pungkas Dadang.

Seperti yang diketahui, pada November 2018 lalu, bupati mengajukan perubahan RPJMD kepada DPRD Situbondo. Setelah dibahas panitia khusus (pansus) DPRD, direkomendasikan agar sejumlah target ditetapkan dan tidak ada perubahan.

Sedangkan eksekutif tetap ingin mempertahankan draf perubahan tersebut. Inilah yang menyebabkan, sampai saat ini perubahan RPJMD tidak kunjung disahkan DPRD. Masih terjadi tarik ulur pendapat antara eksekutif dengan legislatif.

Sejak awal, perubahan RPMJD sudah disoal banyak pihak. Penyebabnya, isu-isu strategis banyak yang dikurangi targetnya. Seperti isu indeks pembangunan manusia yang semula ditarget 71,76 persen, di perubahan RPJMD turun menjadi 67,70 persen.

Belum lagi soal penurunan angka kemiskinan. Semula ditarget turun 8,5 persen, saat ini malah 11,52 persen. Isu pertumbuhan ekonomi juga demikian. Target semula 6,38 persen, turun menjadi 5,48 persen.

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia