Jumat, 19 Jul 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

KPU Banyuwangi 50 Anggota PPK Dilantik

03 Januari 2019, 10: 25: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

FRESH: Bupati Anas menyalami para anggota PPK yang baru dilantik di aula kantor KPU Banyuwangi kemarin (2/1).

FRESH: Bupati Anas menyalami para anggota PPK yang baru dilantik di aula kantor KPU Banyuwangi kemarin (2/1). (SIGIT HARIYADI/JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) melantik 50 anggota Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) kemarin (2/1).  Dengan dilantiknya anggota baru tersebut, maka jumlah anggota PPK di Banyuwangi resmi kembali berjumlah lima orang.

Ketua KPU Banyuwangi Samsul Arifin mengatakan, sebelumnya anggota PPK berjumlah tiga orang per kecamatan. Namun, menyusul adanya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), anggota PPK ditambah dua orang per kecamatan. ”Saat ini ada 50 anggota baru yang dilantik. Ini melengkapi anggota sebelumnya. Jadi, sekarang sudah ada 125 anggota PPK yang siap menyukseskan Pemilu 2019,” ujarnya.

  Perlu diketahui, pemilu serentak akan dilaksanakan pada 17 April 2019. Rakyat Indonesia akan menghadapi lima pemilihan sekaligus. Selain pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, pemilih juga akan memilih anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Sementara itu, pemilu yang akan dilaksanakan serentak pada 17 April mendatang mendapat atensi dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Ia berharap, pelaksanaan pemilu bisa berkualitas. Hal ini disampaikan saat pelantikan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Banyuwangi di aula Kantor KPU Banyuwangi kemarin. ”Penyelenggara pemilu harus bisa menghasilkan pelaksanaan pemilu yang berkualitas. Dengan pemilu yang berkualitas, akan melahirkan para pemimpin yang berkualitas pula,” kata dia.

  Salah satu indikator kualitas pemilu adalah meminimalisasi pelanggaran pemilu. Pelanggaran yang dimaksud adalah maraknya politik uang (money politics) yang membuat calon yang terpilih tak sesuai dengan kapasitasnya. ”Jika transaksional, maka hasil dari pemilu bukanlah pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyat,” terangnya.

Selain itu, untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas, Anas mengharapkan PPK gencar memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pedoman pemilihan calon yang tepat. ”Ke depan, tantangan yang dihadapi oleh Banyuwangi akan semakin berat. Untuk itu, kampanyekan kepada rakyat untuk memilih calon yang benar-benar memiliki track record yang baik, yang bisa mengambil keputusan dengan tepat. Jangan hanya kena tongket (setong seket/satu lima puluh/istilah lain dari money politics, Red), lantas memilih orang yang tak berkualitas,” pungkasnya. (sgt)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia