Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Pasca Tabrakan Maut, Pengemudi Bus Tiara Mas Langsung Menghilang

28 Desember 2018, 20: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Korban kecelakaan bus Bali Radiance dengan bus Tiara Mas keleleran di sekitar Watudodol, Banyuwangi, sebelum dievakuasi petugas.

Korban kecelakaan bus Bali Radiance dengan bus Tiara Mas keleleran di sekitar Watudodol, Banyuwangi, sebelum dievakuasi petugas. (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

Selain memeriksa sopir bus Bali Radiance, Galih Sutrisno, polisi kini mencari keberadaan pengemudi bus Tiara Mas, Arifin Siregar, 36. Sopir asal  Pondok Ungu Permai Blok G No. 16/6 RT 07/RW 11, Kaliabang Tengah, Bekasi Utara itu hingga tadi malam masih misterius.

Diduga, Arifin kabur begitu bus yang dikemudikan mengalami kecelakaan. ”Sopir Tiara Mas selamat. Saya sempat melihat sesaat setelah bus terguling,’’ ujar Yulius, salah seorang penumpang bus.

Kapolres AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi menegaskan, hingga Kamis (27/12) siang pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan peristiwa kecelakaan yang menewaskan tiga orang penumpang tersebut. Menurut Kapolres, sopir bus Tiara Mas belum bisa dimintai keterangan. Sementara kernet bus Tiara Mas juga mengalami luka cedera berat di bagian kepala dan belum bisa dimintai keterangan.

”Sopir bus Tiara Mas sementara masih menghilang dan kami sudah koordinasi dengan pengurus Bus untuk bisa dihadirkan ke unit laka Polres Banyuwangi,” terangnya.

Pihaknya juga masih belum berani memastikan tersangka dalam peristiwa kecelakaan yang terjadi Rabu (26/12) malam tersebut. ”Anggota kami masih melakukan penyelidikan, adapun hasilnya nanti akan kami kabari lebih lanjut,” tandas Kapolres.

Kasatlantas AKP Prianggo Malau Parlindungan mengaku sudah memeriksa sejumlah saksi mata yang mengetahui peristiwa kecelakaan maut tersebut. Bahkan sopir bus Bali Radiance, Galih Sutrisno juga langsung diamankan dan telah dimintai keterangan di unit laka Polres Banyuwangi. ”Sopir bus Bali Radiance ini Galih Sutrisno juga telah kami tes urine dan hasilnya negatif,” terang Prianggo.

Tes urine tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan sopir bus Bali Radiance yang diduga ugal-ugalan selama mengemudi di jalan raya hingga tabrakan dengan bus Tiara mas di jalan raya Banyuwangi-Situbondo Kilometer 13 arah Surabaya tersebut.

Korban kecelakaan bus maut yang terjadi di ruas jalan raya Banyuwangi-Situbondo total tercatat ada 17 orang. Tiga orang meninggal dunia, empat luka berat, dan sepuluh luka ringan. Tiga orang korban meninggal dunia dan 10 korban luka ringan langsung dipulangkan naik ambulans RSUD Blambangan.

Direktur RSUD Blambangan dr Taufik Hidayat melalui Kepala Bidang Pelayanan dokter Asyiah Aswin mengatakan, untuk melakukan evakuasi para korban kecelakaan tersebut, pihaknya mengerahkan tiga unit mobil ambulans. Para korban yang terlibat kecelakaan semuanya langsung ditangani oleh tim medis RSUD Banyuwangi.

Dari data yang dicatat oleh tim medis Instalasi Gawat Darurat (IGD), total ada 17 korban kecelakaan maut tersebut. Korban meninggal dunia tiga orang atas nama Thephik Hie, 70, warga Desa Padang Sampeyan, Denpasar Barat; Marwi, 41 warga Dusun Dowo, Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro; dan Ahmad Nizar Zulmi, 23 warga Dusun Ngingi, Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Sementara empat korban luka-luka dan harus menjalani rawat inap yakni Lisa Alysia, 19, warga Jalan Anggrek Raya, Desa Jatisampurna, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi dan Nyoman Subrata, 66, suami The Pik Hie –korban meninggal dunia– warga  Desa Padang Sampeyan, Denpasar Barat. ”Kedua korban ini mengalami luka sedang dan rawat inap,” ujarnya.

Dua korban luka berat lainnya, yakni Yanto, kernet bus Tiara Mas asal Malang yang mengalami luka cedera berat pada bagian kepala. Korban luka berat lainnya, yakni Monique Agustia. Perempuan berusia 21 tahun asal Kalijaten, RT 21 RW 03, Desa Kalijaten, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo ini mengalami luka pada bagian kaki dan harus dilakukan tindakan operasi.

Sedang 10 korban luka ringan sebagian besar adalah warga Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Para korban luka ringan asal Bojonegoro tersebut langsung dipulangkan ke kampung halamannya dengan ikut mobil ambulans yang mengantarkan dua jenazah temannya, yakni Marwi dan Ahmad Nizar Zulmi.

Kapolres AKBP Taufik langsung menjenguk korban di RSUD Blambangan dengan didampingi Kasatlantas AKP Prianggo Malau Parlindungan. Kapolres menjenguk korban di kamar Agung Wilis tempat para korban dirawat.

Para korban luka ringan diperbolehkan pulang dan berobat jalan di tempat tinggalnya. Sementara untuk korban meninggal dunia, Kamis (27/12) siang langsung dipulangkan ke daerah alamat tujuan tempat tinggalnya. ”Saya datang ke sini (RSUD) untuk memastikan prosesnya sudah selesai apa belum. Ternyata sudah selesai dan segera dipulangkan,” ujar Kapolres.

(bw/ddy/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia