Rabu, 27 Mar 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Features

Kisah Korban Selamat Laka Maut Bus Bali Radiance-Tiara Mas

Keluar dari Bus Merangkak Lewati Pecahan Kaca

28 Desember 2018, 19: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MENUNGGU BUS PENGGANTI: Indah dan kedua anaknya yang masih kecil, Luki dan Davin,  selamat dari maut ketika bus yang ditumpangi celaka di Ketapang.

MENUNGGU BUS PENGGANTI: Indah dan kedua anaknya yang masih kecil, Luki dan Davin, selamat dari maut ketika bus yang ditumpangi celaka di Ketapang. (Ramada Kusuma/RaBa)

Kecelakaan maut antara bus Bali Radiance dan bus Tiara Mas di dekat Hotel Baru Dua Beach Rabu malam kemarin (27/12) menyisakan trauma mendalam bagi para korban selamat. Ada yang takut naik bus hingga mengira gelombang tsunami.

Dedy Jumhardiyanto, Banyuwangi
 
Pasangan suami-istri Yulius, 32, dan Indah, 26, terlihat murung di halaman rumah warga dekat lokasi kecelakaan bus. Sembari duduk lesehan, pagi itu pasutri asal Pasar Kembang, Surabaya itu sesekali memegangi dua anaknya yang bermain di atas karpet pinjaman warga.

Dua kakak-beradik, Luki, 5, dan Davin, 2,5, yang duduk di dekat orang tuanya seolah tak tahu-menahu jika bus yang ditumpangi terlibat tabrakan hebat. Keduanya terlihat tak acuh.

Yulius, Indah, Luki, dan Davin adalah korban selamat penumpang bus Tiara. Selain keluarga Yulis, masih ada puluhan penumpang lain yang selamat. ”Saya sekeluarga bersyukur masih diberi keselamatan. Melihat kerusakan bus yang begitu parah, kami tidak luka sedikit pun,” ujar Yulis mengawali kisahnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, pagi kemarin.

Yulius masih ingat betul bagaimana bus yang mereka tumpangi tabrakan. Diceritakan, pukul 19.00, bus berangkat dari Terminal Ubung, Denpasar. Sejak dari Ubung, Yulius duduk di bangku nomor tiga sebelah kiri. Bus tersebut mengangkut 40 lebih penumpang dari Bali tujuan Terminal Bungurasih, Surabaya. 

Sejak keluar dari Pelabuhan Ketapang, sopir bus terlihat ragu-ragu. ”Firasat saya sudah nggak enak. Mau nyalip kendaraan di depannya, sopir bus ragu-ragu,” ujar Yulius dibenarkan istrinya, Indah.

Benar saja, tepat pukul 23.45, bus bernopol EA 7304 A tersebut mengalami celaka di sebelah selatan Hotel Baru Dua Beach, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. ”Begitu bus tabrakan, saya pegang tinggi-tinggi kedua anak saya. Semua penumpang di dalam bus terlihat histeris. Meski kondisi bus rusak parah, kami sekeluarga tidak apa-apa,” kisah Yulius yang mengaku pulang ke Surabaya untuk liburan.

Dalam kondisi panik, Yulius berusaha keluar dari bus. Di tengah kegelapan, dia berusaha menggendong dua anaknya untuk keluar dari bus yang sudah terguling tersebut. Pecahan kaca berserakan di mana-mana. Yulius tidak tahu harus bagaimana keluar dari bahaya tersebut. ”Saya dan penumpang lain akhirnya merangkak keluar lewat bodi depan bus yang sudah hancur. Warga berdatangan lalu memberikan pertolongan,” kata Yulius menceritakan detik-detik keluar dari bus.

Kisah pilu juga diceritakan Eva Manurung, 50. Meski bus yang ditumpangi hancur, perempuan asal Jakarta itu tidak mengalami luka sedikit pun.  Eva yang juga orang tua artis Virgoun Putra Tambunan itu tak mengalami luka sedikit pun. ”Saya sengaja tidak telepon anak saya. Kalau tahu kecelakaan tambah panik nanti,” aku Eva Manurung yang mengaku berada di Bali sejak tanggal 12 Desember lalu.

Kedatangannya ke Pulau Dewata untuk pembuatan video klip bersama belasan kru. Eva sengaja naik bus karena ingin mampir dulu di Jogjakarta. ”Bagi saya bagaimana penumpang selamat dan bisa keluar dari bus. Saya sempat punya ide bagaimana bus yang terguling didorong bareng-bareng untuk berdiri lagi. Masak orang seratus nggak kuat dorong bus,” ujar Eva dengan logat Batak yang kental.

Diceritakan juga, ketika bus celaka, Eva sempat tertindih saudaranya dan dua bocah, Luki dan Davin. Dia melihat bus lawan kecelakaan memang melaju kencang. ”Saya keluar dari bus melewati pecahan kaca. Yang saya khawatirkan, bahan bakar bus bocor lalu kena percikan api,” kata Eva.

Eva sempat terlibat perang mulut dengan pengurus bus Tiara Mas. Sebab, dia harus menunggu lama kedatangan bus pengganti. Kecelakaan pukul 23.45, baru ada bus pengganti pukul 07.30. Tujuh jam lebih, Eva dan penumpang lain dibiarkan keleleran di dekat lokasi kecelakaan.  

Trauma akibat kecelakaan juga dirasakan Ernawati Soliha, 38. Warga Babat, Lamongan itu baru saja berlibur bersama adik dan anaknya yang masih kecil. Pasca kejadian itu, Ernawati masih syok. Dia kapok naik bus meski dari pihak pengurus Tiara Mas telah menyediakan bus pengganti. ”Saya pilih naik kereta api saja. Terus terang masih takut naik bus,” ujar wanita berjilbab tersebut.

Suara tabrakan, kata Ernawati, sangat keras. Saking kerasnya, anaknya mengira badai tsunami. Anaknya menyangka masih berada di kapal penyeberangan Gilimanuk-Ketapang. ”Tabrakannya sangat keras. Kedua bus terguling di jalan. Bersyukur saya masih selamat. Saya kapok naik bus,” kata perempuan yang masih terlihat gemetar tersebut.

LAMA MENUNGGU: Eva Manurung, 50, orang tua dari artis Virgoun Putra Tambunan, minta pertanggungjawaban kepada pengurus bus Tiara Mas di lokasi kecelakaan

LAMA MENUNGGU: Eva Manurung, 50, orang tua dari artis Virgoun Putra Tambunan, minta pertanggungjawaban kepada pengurus bus Tiara Mas di lokasi kecelakaan (Ramada Kusuma/RaBa)

(bw/ddy/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia