Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Rakor Akhir Tahun, MUI Ajak Masyarakat Wujudkan Banyuwangi Lebih Baik

25 Desember 2018, 07: 20: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

AKRAB: Ketua MUI Banyuwangi, KH. Moch. Yamien, Lc memberi arahan kepada peserta Rakor MUI Banyuwangi, yang digelar di aula Kemenag Banyuwangi, Sabtu (22/12).

AKRAB: Ketua MUI Banyuwangi, KH. Moch. Yamien, Lc memberi arahan kepada peserta Rakor MUI Banyuwangi, yang digelar di aula Kemenag Banyuwangi, Sabtu (22/12). (Benny Siswanto/RaBa)

Share this          

BANYUWANGI - Dalam rangka mensinergikan kekuatan umat Islam dalam menghadapi persoalan yang ada, dan sebagai upaya menyikapi aksi menjelang acara tahun baru. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama ormas Islam se- Banyuwangi.

Acara yang digelar di aula kantor Kemenag Banyuwangi, pada hari Sabtu, (22/10). Dibuka oleh Ketua MUI Banyuwangi, KH. Moch. Yamien, Lc dihadiri perwakilan ormas NU, Muhammadiyah, Al-Isryad, dan LDII Banyuwangi. Hadir juga, perwakilan Aisiyah, pengurus MUI kecamatan, penyuluh dan pengasuh Ponpes se-Banyuwangi.

Rakor yang dipimpin Drs. H. Nur Chozin, SH.,MH, menghasilkan beberapa hal yang menjadi acuan program kerja MUI Banyuwangi kedepan. Menghadapi pergantian malam tahun baru misalnya, seluruh ormas Islam, ponpes dan MUI kecamatan se-Kabupaten Banyuwangi sepakat mengadakan gerakan istighotsah, selawat, dan dzikir di masjid atau musala terdekat.

MUI Banyuwangi akan menggelar kegiatan koordinasi ormas Islam dalam rangka pembinaan keumatan setiap empat bulan sekali. Meramaikan peringatan hari besar Islam dengan membuat banner di lingkungan organisasi. Menggiatkan kembali program MUI berkunjung ke sekolah dalam upaya membangun karakter keumatan dan meningkatkan keteladanan generasi.

Bersama pihak terkait, MUI Banyuwangi siap membantu mengantisipasi peredaran miras, café yang di luar kebenaran izinnya dan tempat kos-kosan agar tidak dijadikan tempat mesum atau tempat peredaran narkoba. Pembinaan dan pengawasan produk halal dan pengolahannya akan digencarkan, khususnya yang terjadi di wilayah Banyuwangi selatan dengan adanya pencampuran daging sapi dengan daging celeng untuk hidangan warga.     

Di tahun 2019, MUI Banyuwangi akan membentuk komisi baru yang berorentasi pada penjagaan Medos. MUI Banyuwangi akan buat akun Instagram dan Facebook. Tujuannya untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat yang benar lewat medsos dan menghindari hoax.

Sekretaris Umum MUI Banyuwangi, H. Imam Mukhlis, S.HI, M.HI, mengatakan semua masukan yang dapat diserap dan disimpulkan dalam rakor ini akan menjadi program prioritas program MUI Kabupaten Banyuwangi tahun 2019. ”Akan kami kaji dahulu, selanjutnya kami program dan agendakan tahun depan,” jelas Muklis.

Sementara itu, ketua MUI Banyuwangi, KH. Moch. Yamien, Lc mengatakan rakor ini bertujuan untuk menampung ide dan masukan yang akan menjadi acuan program MUI Banyuwangi ke depannya. Kami sepakat, akan bersinergi dengan Pemkab. Banyuwangi, Dinas Pendidikan, aparat Kepolisian dan menggandeng ormas Islam di Banyuwangi. “Semoga dengan semangat persaudaraan, toleransi, dan moderasi ini. Menjadikan Banyuwangi lebih baik, negara aman, tenteram dan damai di masyarakat,” harap Yamien.

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia