Jumat, 22 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Hindari Pemalsuan, 10 Ribu Keping KTP Rusak Dibakar

24 Desember 2018, 08: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DIBAKAR: Plt Kepala Dispendukcapil Heru Santoso didampingi Sekretaris Saiful Salam Saputro (dua dari kiri) memusnahkan KTP rusak di halaman kantor Dispendukcapil Banyuwangi.

DIBAKAR: Plt Kepala Dispendukcapil Heru Santoso didampingi Sekretaris Saiful Salam Saputro (dua dari kiri) memusnahkan KTP rusak di halaman kantor Dispendukcapil Banyuwangi. (Sigit Hariyadi/RaBa)

Share this          

BANYUWANGI – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi memusnahkan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) rusak, Jumat (21/12). Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 10 ribu keping lebih.

Pemusnahan puluhan ribu KTP-el yang rusak tersebut dilakukan dengan cara dibakar di halaman kantor Dispendukcapil, Jalan Letkol Istiqlah, Banyuwangi. Proses pemusnahan dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendukcapil Heru Santoso didampingi Sekretaris Dispendukcapil Saiful Salam Saputro.

Saiful mengatakan, proses pemusnahan dilakukan sesuai prosedur operasional standar (standard operating procedure/SOP) yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. ”Jumlah KTP rusak yang kami musnahkan sebanyak 10.800 keping lebih. Berita acara hasil pemusnahan KTP-el rusak ini dilaporkan kepada Mendagri melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil),” ujarnya.

Dikatakan, jika mengacu SOP sebelumnya, KTP yang rusak dan telah diganti dengan KTP baru diserahkan ke Dirjen Dukcapil pusat. Nah, saat akan mengambil blangko KTP-el baru ke pusat, maka Dispendukcapil harus menyerahkan KTP yang rusak tersebut sebagai bukti bahwa kita telah mencetak KTP pengganti.

Namun, beberapa waktu lalu di beberapa daerah terjadi permasalahan terkait KTP-el rusak tersebut. Warga menemukan ribuan KTP-el rusak yang tercecer. ”Akhirnya Dirjen Dukcapil mengirim surat agar KTP-el yang rusak dimusnahkan di daerah dengan cara dibakar. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

(bw/sgt/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia