Kamis, 21 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Travelling

Jadi Inspirasi Wisata NTT, Anas: Kami Melarang Pendirian Hotel Melati

19 Desember 2018, 11: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Bupati Anas menyampaikan paparan dalam forum Collaborative Destination Development (CCD) di NTT Senin (11/12).

Bupati Anas menyampaikan paparan dalam forum Collaborative Destination Development (CCD) di NTT Senin (11/12). (Humas Pemkab BWI For RaBa)

Share this          

KUPANG -  Bupati Abdullah Azwar Anas berbagai ilmu pengembangan pariwisata dengan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) kemarin (11/12). Dalam acara Collaborative Destination Development (CCD): Explore the Amazing at East Nusa Tenggara di Kupang, Anas membeberkan konsep pengembangan wisata Banyuwangi.

Acara yang digelar PT Angkasa Pura I untuk bertujuan memacu pengembangan pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT). Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, Anas cukup sukses membangun pariwisata Banyuwangi. ”Apa yang dilakukan di Banyuwangi, bisa menjadi inspirasi dalam membangun wisata di NTT yang luar biasa ini. Karena itu, kami undang Pak Anas untuk berbagi pengalaman di NTT,” ujarnya.

Menurut Anas, keberhasilan Banyuwangi dalam mengembangkan wisata tersebut tak terlepas dari partisipasi publik. ”Pariwisata tidak bisa tumbuh tanpa melibatkan masyarakat. Wisata yang mengesampingkan mereka, hanya akan menimbulkan masalah baru. Maka konsep wisata yang dikembangkan harus berbasis masyarakat, society based tourism, berbasis tradisi dan akar budaya rakyat,” kata dia.

Salah satu upaya untuk melibatkan masyarakat tersebut, kata Anas, adalah dengan mempersiapkan SDM. Mulai dari keterlibatan warga dalam atraksi wisata hingga pada upaya menjaga kebersihan dan tata kramanya. ”Kami membuat Banyuwangi Festival yang dalam setahun ada puluhan atraksi wisata sebagai sarana edukasi dan konsolidasi SDM. Masyarakat tumbuh dalam festival tersebut, menggerakkannya, menjiwainya, sehingga secara bertahap masyarakat memahami pentingnya pengembangan pariwisata,” terang Anas.

Keterlibatan rakyat, lanjut Anas, bisa membuat pariwisata tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan. ”Di Banyuwangi sudah 7 tahun tidak kami izinkan hotel melati. Kami ingin memberikan ruang kepada masyarakat untuk membangun homestay. Sehingga, mereka turut menikmati berkah ekonomi dari pariwisata,” contoh Anas.

Dampak ekonomi pengembangan pariwisata tersebut harus menjadi terukur, terutama dalam mengerek ekonomi warga. ”Tanpa kesejahteraan bagi warganya, pengembangan pariwisata adalah nol besar. Di Banyuwangi, pariwisata ikut mendorong penurunan kemiskinan secara drastis hingga tinggal 8,6 persen dari sebelumnya dua digit. Pendapatan per kapita sudah naik jadi Rp45 juta per orang per tahun,” imbuh Anas.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengatakan, apa yang dilakukan Anas di Banyuwangi menjadi inspirasi penting bagi NTT dalam menggerakkan wisata di sini. Viktor juga mengaku terinspirasi dengan cara Banyuwangi dalam membangun SDM. ”Kita belajar dari Banyuwangi bagaimana mengedukasi masyarakat dengan festival. Jika Banyuwangi yang awalnya bukan apa-apa, sekarang sudah menjadi sesuatu yang luar biasa. Tentunya, NTT dengan segenap potensinya yang luar biasa, harus bisa jadi lebih luar biasa lagi,” tegasnya.

(bw/sgt/ics/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia