Rabu, 13 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Finance

Begini Alasan OJK Menggelar Meeting di Banyuwangi

16 Desember 2018, 14: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

GATHERING : Anggota OJK Tirta Segara bersama Bupati Anas dan sejumlah pejabat OJK lainnya di kantor Pemkab Banyuwangi beberapa hari lalu.

GATHERING : Anggota OJK Tirta Segara bersama Bupati Anas dan sejumlah pejabat OJK lainnya di kantor Pemkab Banyuwangi beberapa hari lalu. (Humas Pemkab BWI For RaBa)

Share this          

BANYUWANGI - Pertumbuhan wisata meeting, incentive, convention, and exhibition  (MICE ) atau pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran) terus meningkat. Sejumlah instansi tingkat pusat maupun daerah memilih Banyuwangi sebagai lokasi rapat maupun pertemuan.

Salah satu yang baru saja menggelar pertemuan di Banyuwangi adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebanyak 180 pegawai OJK mengikuti gathering di Bumi Blambangan sejak Sabtu (8/12) hingga Minggu (9/12).

Selama berada di Banyuwangi, mereka mengunjungi sejumlah destinasi wisata, seperti Kawah Ijen dan Bangsring Under Water (Bunder). Selain itu, mereka juga menyaksikan salah satu rangkaian agenda Banyuwangi Indonesia Festival (B-Fest) 2018, yakni Festival Kuwung pada Sabtu malam.

Anggota Dewan Komisaris OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara mengatakan, pihaknya sengaja memilih Banyuwangi sebagai lokasi gathering. ”Di sini alamnya indah, masyarakatnya hangat, dan makanannya enak-enak,” ujarnya.

Bupati Abdullah Azwar Anas berterima kasih kepada OJK yang telah memilih Banyuwangi sebagai tempat menggelar pertemuan tahunan para pegawainya. ”Tentu kami berharap teman-teman OJK bisa rileks di Banyuwangi sebelum kembali ke Jakarta untuk menunaikan tugasnya mengatur dan mengawasi sektor keuangan nasional,” tuturnya.

Anas menambahkan, Banyuwangi berharap bisa menjadi salah satu tujuan wisata yang terbukti mampu menggerakkan ekonomi lokal. Apalagi, belanja wisatawan MICE selalu lebih banyak dibanding wisata biasa.

Anas menambahkan, Banyuwangi bisa menjadi alternatif untuk menggelar pertemuan perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kementerian, pemerintah provinsi dan kabupaten atau kota, asosiasi dunia usaha, lembaga negara, bahkan reuni angkatan kuliah. ”Tentu harga Banyuwangi lebih kompetitif dibanding Bali, Jakarta, atau Surabaya. Plus dapat bonus wisata alam yang masih sepi dari hiruk-pikuk,” kata Anas.

Di Banyuwangi, sambung Anas, juga sudah berdiri berbagai hotel berbintang dengan ruang pertemuan yang bisa menampung hingga 1.300 orang. ”OJK, BI, berbagai kementerian dan lembaga negara, asosiasi pengusaha, hingga reuni angkatan kuliah dari sejumlah kampus telah menggelar pertemuan di Banyuwangi,” terangnya.

Sementara itu, di sela-sela aktivitas pertemuan pegawai di Banyuwangi, OJK juga menjalankan tugasnya dengan menyosialisasikan perlindungan konsumen sektor jasa keuangan sekaligus perencanaan keuangan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) Banyuwangi. ”Memang ini menjadi salah satu tugas kami di OJK yang memiliki 3 misi. Yakni mengatur, mengawasi, dan melindungi. Yang diatur dan diawasi adalah lembaga jasa keuangannya, sementara yang dilindungi adalah konsumen jasa keuangannya, termasuk ASN dan warga masyarakat secara umum,” kata Tirta.

(bw/sgt/ics/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia