Kamis, 17 Jan 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Travelling

Kurang Memenuhi Standar, Wisatawan Keluhkan Masker Ijen

12 Desember 2018, 16: 58: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DEKAT KAWAH: Wisatawan asal Jakarta dan Bandung tengah menikmati pesona Kawah Ijen,  Sabtu (8/12) lalu.

DEKAT KAWAH: Wisatawan asal Jakarta dan Bandung tengah menikmati pesona Kawah Ijen, Sabtu (8/12) lalu. (AMAZING IJEN TOUR FOR RABA)

LICIN – Pesona Kawah Ijen memang cukup menarik bagi wisatawan, terutama di pusat kawah munculnya blue fire. Meski begitu, beberapa wisatawan sempat mengeluhkan kondisi perlengkapan yang disediakan, salah satunya masker yang dianggap tidak sesuai standar.

Seperti yang diungkapkan Myrna Satari, salah seorang wisatawan asal Jakarta yang berkunjung ke Ijen akhir pekan lalu. Myrna mengatakan, respirator atau masker yang disewakan di sekitar Kawah Ijen tidak memenuhi standar. Karena saat digunakan untuk mendekati kawah, respirator tersebut tidak mampu mensterilkan asap belerang. ”Seharusnya dijelaskan jika memang maskernya tidak bisa digunakan untuk sampai ke kawah, jadi kita juga tidak memakainya sampai di bawah,” terang alumni ITB angkatan 1985 itu.

Hal senada diungkapkan Bagus Setiawan, salah seorang wisatawan asal Jakarta. Dia mengaku sempat merasakan sesak napas usai menggunakan respirator yang disewakan di sekitar kawah Ijen.

Beruntung saat itu ada seorang guide lokal yang menggunakan respirator dengan dua filter langsung memasangkan masker yang digunakanya. ”Kalau memang serius menyewakan, seharusnya disiapkan yang sesuai standar SNI. Selain itu kalau bisa disterilkan, jangan sampai setelah dipakai satu orang langsung disewakan lagi. Ini berbahaya,” tegas pegawai BUMN itu.

Kepala BKSDA Wilayah V Jatim Sumpena menjelaskan, mereka yang menyewakan masker bukanlah petugas BKSDA atau pengelola Ijen. Sebagian besar adalah masyarakat sekitar atau bagian dari pemilik warung yang sengaja menyewakan kepada para pengunjung.

Sumpena berharap pengunjung menyiapkan sendiri keperluan mereka dari sebelum berangkat. ”Untuk lokasi kawah sebenarnya tidak kita perkenankan untuk didatangi. Tapi memang banyak wisatawan yang ke sana. Nanti akan kita pasang pengumuman larangan ke kawah,” tandasnya.

(bw/fre/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia