Selasa, 18 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Tips & Trik

Hanya di RSUD Blambangan, Mengobati Katarak dengan Teknologi Canggih

Oleh: dr Unu Heru SpM*

05 Desember 2018, 16: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

CEK: Tim medis memeriksa pasien katarak di Poli Mata RSUD Blambangan Banyuwangi.

CEK: Tim medis memeriksa pasien katarak di Poli Mata RSUD Blambangan Banyuwangi. (Putri For RaBa)

KATARAK saat ini menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia dan di seluruh dunia. Tiap tahun dilaporkan adanya peningkatan jumlah kasus katarak yang tidak sesuai dengan jumlah operasi katarak yang dilakukan. Yang pada akhirnya, menyebabkan terjadinya penumpukan dalam program eliminasi katarak nasional di Indonesia.

Apakah katarak itu? Secara definisi, katarak adalah proses terjadinya kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan fungsi penglihatan.

Penyebab utama katarak adalah proses degenerasi akibat penuaan. Penyebab lainnya meliputi trauma/kecelakaan, peradangan pada mata, kelainan bawaan, dan kondisi-kondisi lain yang lebih jarang ditemui.

Gejala katarak yang biasa mendorong pasien untuk berobat meliputi penurunan tajam penglihatan, pandangan kabur atau buram, berkurangnya kemampuan melihat warna dan kecerahan penglihatan, kesulitan mengemudi di malam hari, dan sering berganti ukuran kacamata. Pada kondisi yang lebih parah, katarak dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara total (kebutaan).

Dengan peralatan operasi katarak terbaru, RSUD Blambangan menawarkan operasi katarak yang dapat dilakukan sejak tahap katarak yang paling awal sehingga penglihatan pasien dapat kembali sepenuhnya. Kali ini RSUD Blambangan secara khusus menghadirkan peralatan terbaru, yaitu alat Biometri.

Alat Biometri adalah alat yang berfungsi untuk menentukan ukuran lensa tanam atau intraocular lens (IOL) yang akan dipasang pada saat operasi katarak. Sehingga, akan diperoleh hasil penglihatan yang optimal setelah operasi.

Katarak secara medis tidak diobati dengan obat-obatan, melainkan harus dilakukan tindakan pembedahan atau operasi katarak. Operasi katarak sangat disarankan ketika penglihatan sudah terganggu dan juga menghambat aktivitas sehari-hari. Dengan teknologi operasi katarak yang sangat modern ini, tidak perlu menunggu lama atau menunggu katarak menjadi matang sebelum dilakukan operasi.

Pada tahap akhir operasi katarak, sebuah lensa tanam (intraocular lens/IOL) dipasang di dalam mata untuk mengambil alih fungsi refraksi alami dari lensa mata yang telah diambil saat operasi katarak. Teknik fakoemulsifikasi memanfaatkan lensa tanam yang dapat dilipat sehingga dapat dimasukkan melalui sayatan operasi yang kecil.

Selanjutnya, untuk mendeteksi kelainan mata, sebaiknya orang dewasa sehat memeriksakan mata minimal setiap 1 tahun sekali dan anak-anak minimal 6 bulan sekali. Sedangkan untuk seseorang yang sudah terdiagnosis terdapat kelainan pada mata sebaiknya melakukan pemeriksaan mata rutin sesuai anjuran dokter. Untuk informasi lebih lanjut silakan konsultasi ke Poli Mata RSUD Blambangan.(*)

*) Dokter Spesialis Mata RSUD Blambangan Banyuwangi.

(bw/*/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia