Rabu, 19 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Dikucuri BOP Rp 28 M, Sulihtiyono: Kualitas TK-PAUD Harus Meningkat

04 Desember 2018, 11: 18: 47 WIB | editor : Ali Sodiqin

HARUS SESUAI: Pemanfaatan serta pertanggungjawaban dana BOP TK PAUD harus sesuai juklak dan juknis.

HARUS SESUAI: Pemanfaatan serta pertanggungjawaban dana BOP TK PAUD harus sesuai juklak dan juknis. (Sidrotul Muntoha/RaBa)

BANYUWANGI— Dinas Pendidikan Banyuwangi akan kembali mendapat kucuran Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk Taman Kanak-kanak dan Anak Usia Dini (PAUD) tahun anggaran 2019 Rp 28 miliar lebih. Kucuran dana BOP TK dan PAUD itu berasal dari dana alokasi khusus (DAK) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, tujuan pemberian bantuan BOP TK dan PAUD adalah untuk meningkatkan layanan TK dan PAUD berkualitas dalam bentuk Taman Kanak-kanak, Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, dan Satuan PAUD sejenis di seluruh Banyuwangi.  Anas mengingatkan agar dana yang dikucurkan pemerintah benar-benar dimanfaatkan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan para pengelola lembaga pendidikan PAUD dan TK.

Karena itu, para kepala sekolah harus benar-benar selektif menggunakan dana BOP. ”Ini penting, karena data pokok pendidikan menjadi acuan dasar dalam menentukan besaran bantuan dari pemerintah. Apalagi, alokasi anggaran sangat besar tiap tahunnya,” ujar Anas.

Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono mengatakan, anggaran BOP TK dan PAUD berasal dari DAK Nonfisik APBN sebesar Rp 28.897.800.000. Anggaran ini digunakan untuk 1.016 PAUD di Banyuwangi. Karena anggaran ini merupakan dana dari negara, maka penerima harus menggunakannya sesuai dengan ketentuan penggunaan dana BOP PAUD.
   
Agar tidak terjadi kekeliruan dalam penggunaan anggaran ini, Dispendik melakukan pendampingan penatausahaan BOP TK/PAUD pada Sabtu kemarin (1/12) di 10 titik wilayah yang diikuti Kepala Sekolah TK/PAUD.

Dalam pertemuan itu, Sulihtiyono menjelaskan, ketentuan penggunaan dana BOP TK/PAUD oleh satuan pendidikan layanan pendidikan anak usia dini. Misalnya 50 persen untuk kegiatan pembelajaran dan bermain, di antaranya dipergunakan untuk pembelian bahan bermain dan bahan belajar PAUD yang dibutuhkan sesuai dengan kegiatan dan tematik.

 Selain itu, untuk pembelian peralatan pembelajaran seperti kertas, krayon, spidol, pensil, bahan habis pakai, dan bahan pembelajaran sejenis lainnya, dan pembiayaan kegiatan pertemuan dengan orang tua/wali murid (kegiatan parenting).

Sulihtiyono membeberkan, 35 persen dana BOP TK/PAUD untuk kegiatan pendukung, di antaranya dapat dipergunakan untuk penyediaan buku administrasi, pembelian alat-alat Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK), pembelian obat-obatan ringan dan isi kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), juga biaya pertemuan guru di Gugus PAUD, menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas pendidik, dan transport petugas kesehatan kunjung. ”Dana tersebut bakal diterima dengan jumlah berbeda di setiap PAUD-nya. Penyaluran berdasar jumlah murid pada masing-masing PAUD. Jadi, anggaran ini harus digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Sulihtiyono kemarin.

Sementara itu, Kasubag Keuangan Dinas Pendidikan Banyuwangi Nuriyatus Sholeha menjelaskan, sosialisasi mengenai penggunaan dan pertanggungjawaban BOP TK/PAUD ini penting agar dana BOP ini benar-benar tepat sasaran. Sosialisasi ini pun diikuti para Kepala TK/PAUD terkait mekanisme pencairan, penggunaan, serta pembuatan laporan pertanggungjawabannya.

Dikatakan, dana BOP TK/PAUD dilarang disimpan dengan maksud mendapat atau dipinjamkan kepada pihak lain. Serta tidak boleh membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas satuan TK/PAUD dan satuan pendidikan nonformal, atau untuk membayar iuran kegiatan yang diselenggarakan oleh unit pelaksana teknis daerah.    

Tidak hanya itu, dana BOP TK, PAUD juga dilarang digunakan untuk membeli pakaian/seragam/sepatu bagi pendidik/peserta didik untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris TK, PAUD) kecuali bagi peserta didik miskin. Dana tersebut juga dilarang untuk rehabilitasi ringan maupun membangun gedung/ruangan baru. ”Saya berharap agar seluruh pengelola PAUD dan TK tidak kebingungan dan melakukan kesalahan dalam pembuatan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran,” ujar Nuriyatus.

Nuriyatus menegaskan pemanfaatan serta pertanggungjawaban harus sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) sehingga tak terdengar lagi ada pihak yang saling menyalahkan pihak lain. ”Sebab, jika tidak tepat sasaran atau menyalahgunakan dana BOP ini, bisa berurusan dengan pihak yang berwajib,” tegas Nuriyatus.

PENINGKATAN MUTU: Kepala Sekolah TK/PAUD se-Banyuwangi usai mendapat pendampingan penatausahaan BOP TK/PAUD Sabtu (1/12) di 10 titik di Banyuwangi.

PENINGKATAN MUTU: Kepala Sekolah TK/PAUD se-Banyuwangi usai mendapat pendampingan penatausahaan BOP TK/PAUD Sabtu (1/12) di 10 titik di Banyuwangi. (Sidrotul Muntoha/RaBa)

(bw/*/ics/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia