Selasa, 18 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Travelling

Agen Wisata dan Media Malaysia Famtrip di Alas Purwo Banyuwangi

04 Desember 2018, 08: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

KENALI BANYUWANGI: Pelaku wisata dan wartawan dari Malaysia berbincang diterima Bupati Anas di Pendapa Sabha Swagata Blambangan

KENALI BANYUWANGI: Pelaku wisata dan wartawan dari Malaysia berbincang diterima Bupati Anas di Pendapa Sabha Swagata Blambangan (Sigit Hariyadi/RaBa)

Menjelang dibukanya penerbangan internasional rute Banyuwangi-Kuala Lumpur, puluhan pelaku pariwisata dan media asal negeri jiran Malaysia mengunjungi Banyuwangi. Difasilitasi Kementerian Luar Negeri melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), mereka melakukan kunjungan pengenalan (familiarization trip/famtrip) sejak 27 November hingga Sabtu (1/12).

Selama lima hari berada di Banyuwangi, sebanyak 15 agen perjalanan dan enam media Malaysia diperkenalkan dengan berbagai destinasi Banyuwangi. Mereka mengunjungi Kawah Ijen yang terkenal dengan api biru (blue flame) yang mendunia serta Padang Rumput Sadengan yang merupakan habitat banteng dan beragam flora-fauna di Taman Nasional Alas Purwo.

Mereka juga diajak ke Pantai Plengkung alias G-Land yang memiliki ombak selancar kelas dunia, Bangsring Underwater, Pulau Tabuhan. Bukan hanya mengunjungi destinasi wisata, mereka juga menikmati atraksi wisata dan seni-budaya khas Banyuwangi.

Asisten Deputi Direktur Bidang Pameran Asia Tenggara Kementerian Pariwisata Nurdiansyah mengatakan, program ini untuk mempertemukan agen wisata Malaysia dan Banyuwangi, serta mengenalkan berbagai sarana dan akomodasi seperti hotel, restoran, dan lainnya. “Di Banyuwangi, banyak resor dan hotel berarsitektur unik dengan view indah, ada berlatar pantai, pegunungan, persawahan, lengkap. Ini kita perkenalkan. Apalagi program ini pas momennya, karena akan ada penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Banyuwangi,” ujarnya Jumat (30/11).

Nurdiansyah mengatakan, penerbangan langsung itu akan menambah jumlah kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia. Tahun ini Kemenpar menargetkan 2,7 juta wisatawan dari Malaysia. Hingga September lalu, tercatat 1,9 juta wisatawan Malaysia berwisata ke Indonesia.

Konsul KJRI di Johor Bahru, Zainul Idris Yunus, mengatakan, program ini memasarkan Banyuwangi ke berbagai daerah di Malaysia, seperti Johor, Negeri Sembilan, Pahang, dan Malaka, yang merupakan wilayah KJRI Johor. “Kami memilih Banyuwangi karena pemimpinnya sangat pro aktif. Selain itu, karakter wisatawan Malaysia banyak yang suka wisata alam, religi, dan kuliner, nah di Banyuwangi semua itu ada,” kata Zainul.

Di Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi, misalnya, peserta famtrip sangat tertarik dengan situs Pura Kawitan yang bisa menjadi jujugan keturunan India yang mayoritas penganut Hindu. Di Malaysia, keturunan India menjadi salah satu kelompok terbesar selain Melayu dan China.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan terima kasih atas dorongan banyak pihak untuk memajukan daerah yang dia pimpin tersebut. “Semoga pengembangan Bandara Banyuwangi menjadi bandara internasional menjadi injeksi baru bagi daerah untuk terus berkembang,” kata Anas.

Dia optimistis bisa menjaring turis Malaysia serta turis negara lain yang datang melalui penerbangan dari Kuala Lumpur. Sekarang tren turis Malaysia ke Indonesia tumbuh signifikan, bahkan mulai mendekati lumbung turis selama ini seperti Australia dan Tiongkok. “Banyuwangi berharap bisa menangkap kue turis Malaysia. Apalagi, Presiden Jokowi mampu membangun diplomasi yang anggun dengan PM Mahathir Mohamad dan Wakil PM Wan Azizah, sehingga situasi nyaman ini ikut mendorong turis Malaysia ke Indonesia,” pungkas Anas.

(bw/sgt/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia