Rabu, 22 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Ponsel Raib Usai Ada Sales Panci Demo Masak

03 Desember 2018, 13: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

KOSONG: Suliatin menunjukkan kardus wadah ponsel yang hilang, Sabtu (1/12).

KOSONG: Suliatin menunjukkan kardus wadah ponsel yang hilang, Sabtu (1/12). (Krida Herbayu/RaBa)

GAMBIRAN - Nasib sial menimpa Suliatin, 37, warga Dusun Krajan, RT01 RW02, Desa/Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Dia kehilangan ponsel Xiaomi Note-5 setelah sales panci melakukan demo masak di rumahnya, Sabtu (1/12).

Suliatin menjelaskan, hilangnya ponsel itu bermula dari kemunculan sales di rumahnya pukul 08.00 kemarin. Sales itu menawarkan panci pembuat popcorn dengan harga murah. ”Sales itu cuma satu orang dan mengaku bernama Ardian, umur sekitar 30 tahun dan berasal dari Surabaya. Dia datang menawarkan panci seharga Rp 150 ribu,” ujarnya.

Karena tertarik, Suliatin mempersilakan lelaki itu melakukan demo memasak. Selanjutnya, dia memanggil para tetangga untuk ikut menyaksikan demo memasak. ”Saya memanggil sekitar lima orang tetangga,” ujarnya.

Acara demo memasak tersebut berlangsung di dapur rumah Suliatin. Kurang lebih 30 menit berselang, acara memasak selesai. Selanjutnya, Suliatin membenahi dan membersihkan peralatan memasak. Usai bersih-bersih, dia mengobrol dengan para tetangganya sembari mencicipi popcorn tersebut di depan rumah. ”Saat saya mengobrol, sales itu sedang mencuci panci di dapur,” jelasnya.

Kemudian, sales tersebut ikut bergabung dan mengobrol dengan ibu-ibu. Beberapa menit kemudian, sales itu berpamitan. ”Setelah sales pulang, saya tidak curiga," paparnya.

Setelah itu, Sulihatin pergi ke dapur untuk mengambil ponselnya yang sedang di-charge di atas tumpukan pakaian. Namun, ternyata ponselnya sudah raib. Ketika dihubungi, nomor tujuan ponsel tersebut sudah tidak aktif. ”Agak aneh saja, karena sales itu buru-buru pamit pulang. Padahal banyak warga yang ingin membeli panci,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Gambiran AKP Sumaryata mengatakan, jika ada sales masuk kampung, sebaiknya terlebih dahulu melapor ke ketua RT setempat. Setelah itu, hendaknya diminta untuk menunjukkan identitas lengkap. Hal tersebut guna memastikan, apakah orang tersebut benar-benar sales atau bukan. Dengan kejadian itu, kata dia, diharapkan warga lebih berhati-hati lagi ketika kedatangan sales yang menawarkan barang. ”Jika perlu, saat melakukan demonstrasi sales tersebut didampingi perangkat desa dan juga Bhabinkamtibmas,” pungkasnya.

(bw/kri/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia