Selasa, 18 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Travelling

Jalan Sudah Mulus, Speed Maksimal Masuk Baluran 20 Km/Jam

03 Desember 2018, 10: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MULUS: Akses jalan menuju Pantai Bama yang melalui Savana Bekol kini bisa dilalui kendaraan dengan lancar.

MULUS: Akses jalan menuju Pantai Bama yang melalui Savana Bekol kini bisa dilalui kendaraan dengan lancar. (Bayu Saksono/RaBa)

SITUBONDO - Penikmat travelling kini dimanjakan dengan akses baru menuju Taman Nasional (TN) Baluran. Jika dulu jalan menuju ke dalam taman nasional ini masih berupa tanah berbatu, saat ini aksesnya sudah berubah total.

Kini, jalan dari gerbang TN Baluran di kawasan Batangan menuju ke Padang Savana Bekol sudah mulus. Beraspal hotmix. Dan bisa dilalui kendaraan apa saja. Jika sebelum diaspal, dari pintu masuk TN Baluran menuju Savana Bekol harus ditempuh sekitar satu sampai dua jam perjalanan, kini cukup 45 menit saja. Aspal juga sudah terpasang di jalur Savana Bekol menuju Pantai Bama.

Koordinator Perencanaan, Program, Kerja Sama, dan Pelayanan TN Baluran Arif Pratiwi mengatakan, pengaspalan jalan ini dimulai pintu masuk TN Baluran yang berjarak 12 kilometer menuju Savana Bekol. ”Jarak aspal hotmix sekitar 12 kilometer,” katanya.

Sedangkan dari Savana Bekol menuju Pantai Bama, juga sudah diaspal, namun bukan hotmix. Jaraknya sekitar 3,5 kilometer. ”Pengaspalan menuju Pantai Bama ditarget selesai awal Desember 2018 ini,” imbuh Pratiwi.

Pratiwi menambahkan, bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, pihaknya membatasi laju kendaraan hanya 20 kilometer per jam. Tujuannya semata-mata untuk melindungi satwa yang sering melintas di jalan. ”Supaya satwa tidak tertabrak kendaraan pengunjung,” terangnya.

Petugas Padang Savana Bekol Iskandar menambahkan, meski di dekat pintu masuk sudah terpasang imbauan laju kendaraan hanya 20 Km/jam, namun tetap saja banyak pengendara yang melaju di atas 50 km/jam. ”Mungkin karena jalannya sudah mulus. Jadi, tanpa sadar sudah ngebut,” kata Iskandar.

Karena itu, imbuh pria kelahiran Padang Sumatera Barat ini, pihaknya memasang portal tampar (tali tambang) di sepanjang jalan menuju Bekol. Tujuannya untuk mengurangi kecepatan laju kendaraan yang telanjur mengebut. ”Sementara ini jumlahnya ada enam unit portal. Portal ini dipasang di jalur yang biasanya sering dilalui hewan,” kata Iskandar.

Selain jalanan beraspal, di sekitar kantor TN Baluran saat ini juga tengah berbenah. Salah satunya penambahan jalur interpretasi, trotoar, tempat parkir, dan menara pantau di belakang kantor TN Baluran. Saat ini, TN Baluran juga tengah merenovasi menara pantau di Savana Bekol. ”Menara pantau di Bekol masih ditutup untuk umum,” pungkas Iskandar.

Sementara itu salah satu pengunjung, Fachri Zulfikar mengaku senang dengan perbaikan akses menuju TN Baluran ini. Sejak dahulu, dia mengaku ingin sekali ke Baluran. Namun, karena akses jalan yang buruk, dirinya terpaksa mengurungkan niatnya. ”Kata teman-teman, jalannya sudah bagus. Makanya saya datang ke sini. Ini baru pertama saya ke sini (Baluran). Dulu malas karena jalannya jelek,” kata warga Jalan Airlangga, Sobo, Banyuwangi, itu.

KURANGI SPEED: Pengunjung bermotor melintasi portal tali di ruas jalan antara Batangan–Savana Bekol di dalam kawasan TN Baluran, Situbondo.

KURANGI SPEED: Pengunjung bermotor melintasi portal tali di ruas jalan antara Batangan–Savana Bekol di dalam kawasan TN Baluran, Situbondo. (Ali Sodiqin/RaBa)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia