Selasa, 18 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Features

Lima Doktor UB Malang Dampingi Warga Lereng Ijen, Ini yang Dilakukan

03 Desember 2018, 08: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MENGABDI: Mohammad Nuh (kiri) menyaksikan pengepakan kopi produksi BUMDes Ijen Lestari di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi.

MENGABDI: Mohammad Nuh (kiri) menyaksikan pengepakan kopi produksi BUMDes Ijen Lestari di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi. (Sigit Hariyadi/RaBa)

Lima doktor Universitas Brawijaya (UB) Malang, sudah empat bulan mengabdi di lereng Gunung Ijen, Banyuwangi. Sasarannya jelas, demi memajukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

SIGIT HARIYADI, Licin

PAGI, akhir pekan, dan gerimis. Mungkin, sebagian orang menganggap tiga hal itu merupakan perpaduan yang pas untuk bersantai setelah sepekan bergelut dengan rutinitas kerja yang melelahkan.

Dalam situasi dan kondisi seperti itu, lima doktor asal UB Malang, justru sibuk menjalankan amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ya, sebelum pukul 07.30 Sabtu (1/12), para doktor asal lintas disiplin ilmu, itu telah berkumpul di kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ijen Lestari. Sesuai namanya, kantor BUMDes tersebut berlokasi di lereng Gunung Ijen, tepatnya di kawasan Pos Jambu, Desa Tamansari, Kecamatan Licin.

Dipimpin Ketua Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya Dr Mohammad Nuh MSi, sudah sejak Juli lalu lima lulusan program pendidikan strata tiga (S-3) tersebut kerap datang ke Desa Tamansari. Mereka datang untuk mendampingi BUMDes Ijen Lestari meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Bukan hanya kualitas SDM, para doktor tersebut juga memberikan pelatihan untuk peningkatan kualitas produk kopi yang merupakan salah satu unit usaha BUMDes Ijen Lestari. Para anggota BUMDes dilatih cara mengolah dan memasarkan kopi, serta sistem manajemen keuangan pengelolaan BUMDes

Pelatihan dan pembekalan dilakukan oleh para doktor yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing. M. Nuh yang berasal dari Fakultas Ilmu Administrasi memberikan penguatan kelembagaan dan keuangan BUMDes. Anggota tim yang lain, yakni Dr Ahmad Sabarudin asal Fakultas MIPA melakukan pendampingan untuk meningkatkan kualitas kopi produksi BUMDes Ijen Lestari.

Ada pula Sugiono PhD asal Fakultas Teknik Industri yang memberikan pembekalan sekaligus memfasilitasi desain kemasan kopi. Selebihnya, Wenny Bekti PhD asal Fakultas Teknologi Pertanian memberikan pembekalan tentang pengelolaan kopi pascapanen. Sedangkan Candra Dewa MSc asal Fakultas Ilmu Komputer mengajari cara pemasaran secara online.

Dr Nuh mengatakan, pelatihan dan pendampingan ini dilakukan Doktor Mengabdi merupakan salah satu wujud kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tujuannya menerapkan hasil-hasil pengembangan keilmuan dalam bentuk desimenasi maupun pengembangan masyarakat. ”Doktor dari berbagai disiplin ilmu ini melakukan pendampingan dan pelatihan sesuai dengan bidang ilmu mereka masing-masing,” ujarnya.

Nuh mengatakan, Desa Tamansari dipilih sebagai lokasi Doktor Mengabdi lantaran desa yang berlokasi di kaki Gunung Ijen tersebut memiliki berbagai potensi yang bisa dikembangkan. Potensi yang dimaksud antara lain homestay, rest area, dan kafe sebagai pendukung wisata Kawah Ijen. Potensi tersebut dikelola langsung oleh masyarakat desa, yang sebagian besar menjadi unit Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Potensi lain di Desa Tamansari adalah produk pertanian berupa kopi. Namun, produk kopi Tamansari tersebut belum menjadi produk unggulan pendukung kawasan wisata sehingga belum banyak diketahui masyarakat luas. Hal tersebut juga disebabkan oleh belum ada sistem pengolahan pascapanen sehingga kualitas rendah. Di samping belum memadai sistem pemasaran kopi di Desa Tamansari.

Atas dasar hal tersebut, kegiatan Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya di Desa Tamansari difokuskan pada pengembangan kelembagaan dan pengelolaan produk kopi pascapanen. Adapun kegiatan tersebut meliputi beberapa aktivitas yang sudah dilaksanakan, yaitu pembekalan bagi pengurus BUMDES dan Kelompok  Tani kopi tentang pengolahan kopi pascapanen, kualitas packaging, dan pemasaran secara online.

Nah, Sabtu kemarin merupakan puncak kegiatan Doktor Mengabdi yang ditandai dengan peluncuran produk kopi yang diproduksi oleh BUMDes Tamansari. Dalam acara launching tersebut, Dr Nuh menyerahkan secara simbolis kemasan kopi dengan logo baru hasil fasilitasi tim doktor tersebut. Selain itu, diserahkan pula bantuan mesin sealer.

Sementara itu, Ketua BUMDes Ijen Lestari Bambang Hadi Supriyanto mengaku senang badan usaha yang dia pimpin tersebut terpilih mendapat pendampingan oleh para doktor UB. ”Kami sangat membutuhkan ilmu untuk peningkatan kualitas SDM,” ujarnya.

Selain mendapat penguatan SDM, melalui Program Doktor Mengabdi tersebut, produk kopi produksi BUMDes yang dia pimpin kini lebih baik. Perbaikan bukan hanya dari sisi kemasan, tetapi juga dari sisi kualitas kopi. ”Karena kami mendapat pembekalan pengelolaan kopi sejak pascapanen, penyimpanan, pengeringan, roasting, hingga pengolahan menjadi minuman,” pungkasnya.

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia